Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gagal Cetak Gol Lawan 10 Pemain PSIM, Begini Tanggapan Dejan Antonic
Pemain Semen Padang FC, Frise menggiring bola saat menghadapi PSIM Yogyakarta (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
  • Semen Padang FC bermain imbang 0-0 melawan PSIM Yogyakarta meski unggul jumlah pemain, membuat tim masih tertahan di zona degradasi dengan total 17 poin.
  • Pelatih Dejan Antonic mengakui banyak peluang tercipta namun gagal dimanfaatkan, menegaskan para pemain sudah berusaha maksimal sepanjang pertandingan.
  • PSIM Yogyakarta menerapkan strategi bertahan ketat setelah kehilangan satu pemain, membuat serangan Semen Padang FC sulit menembus pertahanan lawan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Semen Padang FC gagal menciptakan gol pada laga menghadapi PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-24 BRI Super League musim 2025/2026 pada Rabu (4/3/2026) malam di Stadion H Agus Salim Padang.

Laga yang berakhir dengan skor 0-0 itu membuat tim berjulukan Kabau Sirah itu gagal untuk bisa keluar dari zona degradasi dan hanya mendapatkan satu poin saja dari laga yang berlangsung selama 90 menit pada waktu normal tersebut.

Saat ini, Semen Padang FC hanya naik satu peringkat saja dengan perolehan 17 poin dan masih berada di klasemen nomor 2 terbawah di liga paling bergengsi tersebut.

1. Bagaimana tanggapan pelatih Semen Padang FC?

Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic (IDN Times/Halbert Caniago)

Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic dalam konferensi pers usai pertandingan mengakui bahwa anak asuhnya tidak bisa menciptakan gol selama pertandingan.

"Tapi kita lihat tadi itu kita punya banyak peluang. Tetapi masih belum bisa menciptakan gol dan anak-anak sudah berusaha untuk mendapatkan gol tersebut," katanya.

Tetapi, Dejan mengaku tidak mengetahui apa penyebab anak asuhnya tidak bisa menciptakan gol dalam laga tersebut. Padahal, PSIM Yogyakarta hanya brmain dengan 10 pemain sejak babak pertama pertandingan.

"Saya hanya mengarahkan saja, kalau di lapangan anak-anak yang melakukannya. Kamu mau saya masuk ke lapangan untuk memasukkan gol," katanya.

2. Banyak peluang tercipta

Duel udara pemain Semen Padang FC dan pemain PSIM Yogyakarta (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Dejan menyatakan, meski gagal menciptakan gol tersebut, ia mengatakan bahwa anak asuhnya sudah menciptakan banyak peluang untuk bisa unggul dari tim tamu.

"Anak-anak semuanya memiliki motivasi dan sudah bekerja keras. Lihat saja pada babak pertama kita ada sekitar 5 peluang dan babak kedua kita juga ada beberapa peluang," katanya.

Menurutnya, peluang yang tercipta itu merupakan bukti bahwa anak asuhnya telah bekerja keras dalam pertandingan tersebut meski masih gagal memperoleh kemenangan.

"Mungkin hari ini kita tidak ada gol. Tapi besok atau nanti kita akan mendapatkan gol," katanya.

3. Strategi parkir bus PSIM Yogyakarta

Pemain Semen Padang FC, Frise menggiring bola saat menghadapi PSIM Yogyakarta (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Usai kekurangan satu pemain setelah melakukan pelanggaran keras, PSIM Yogyakarta memilih bermain dengan strategi parkir bus. Sekitar 6 sampai 8 pemain selali berada di zona pertahanan untuk menjagal serangan Semen Padang FC.

Penjaga gawang Semen Padang FC, Rendy Octario menanggapi strategi tersebut banyak dilakukan tim yang mendapatkan kartu merah. Terlebih dengan skor yang masih imbang.

"Menurut saya itu memang sering dilakukan. Hanya saja tadi kita belum bisa menciptakan gol untuk mendapatkan kemenangan dalam pertandingan ini," katanya.

Editorial Team