Comscore Tracker

Penemuan Makam Kuno di 16 Ilir Dipastikan Berusia 1 Abad

Arkeolog temukan empat makam dalam satu silsilah keluarga

Palembang, IDN Times - Empat nisan dengan aksara Arab ditemukan di kawasan 16 Ilir Palembang, saat penggalian Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Kantor Arkeologi Sumatra Selatan (Sumsel) di Bawah Balai Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), memastikan nisan itu berusia sekitar satu abad.

Hal itu dibuktikan dari penulisan tanggal di empat batu nisan, dan dipastikan dibuat di akhir abad 19 hingga awal abad 20. Keempat nisan memiliki indikasi jika lokasi penemuan makam merupakan tempat pemakaman keluarga para pangeran selepas masa Kesultanan Palembang.

"Terlepas keluarga kesultanan atau bukan, tapi menunjukkan bahwa wilayah pemakaman identik dengan pemukiman," ungkap Kepala Kantor Arkeologi Sumsel, Wahyu Rizky Andifani, Selasa (18/1/2022).

1. Silsilah nisan yang ditemukan

Penemuan Makam Kuno di 16 Ilir Dipastikan Berusia 1 AbadTim Kantor Arkeologi Sumsel dan Tim Ahli Cagar Budaya Palembang memeriksa nisan penemuan di kawasan 16 Ilir Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Nisan pertama yang diteliti merupakan peristirahatan terakhir Ni Aji Nadibah (Nadikiah) binti Abdul Azis Palembani. Lalu nisan kedua merupakan milik Abdulrahman bin H Raja Ismail Palembani. Kedua makam berikutnya diperkirakan makam anaknya bernama Rosidah Binti H Abdul Rahman Raja Ismail Palembani.

"Nah untuk nama makan keempat belum jelas, namun dalam bahasa Arab ada kata-kata feminisme kemungkinan itu cewek," jelas dia.

Baca Juga: Arkeolog Sumsel Beberkan Fakta Temuan Makam Kuno di 16 Ilir

2. Makam diprediksi milik bangsawan Palembang

Penemuan Makam Kuno di 16 Ilir Dipastikan Berusia 1 AbadTim Kantor Arkeologi Sumsel dan Tim Ahli Cagar Budaya Palembang memeriksa nisan penemuan di kawasan 16 Ilir Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Salah satu makam bertuliskan tahun 1332 Hijriah yang diartikan dalam kalender Masehi sekitar tahun 1913. Jika merunut peta area Palembang pada 1922 di lokasi, maka wilayah tersebut merupakan tanah lapang yang berada di dekat kawasan pemukiman.

"Untuk penemuan nisan ini menggunakan batu granit. Bahannya sulit ditemukan di Palembang. Wilayah terdekat untuk mendatangkan granit adalah Pulau Bangka. Biasanya juga orang yang menggunakan batu granit di makamnya adalah orang kalangan bangsawan," ujar dia.

Baca Juga: Mengecek Fakta Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Palembang

3. Tulisan Arab dalam batu nisan

Penemuan Makam Kuno di 16 Ilir Dipastikan Berusia 1 AbadTim Kantor Arkeologi Sumsel dan Tim Ahli Cagar Budaya Palembang memeriksa nisan penemuan di kawasan 16 Ilir Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dosen Fakultas Arab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, Mansyur Dungcik mengatakan, pembacaan terhadap nisan yang baru saja ditemukan tak jauh berbeda dengan naskah-naskah kuno yang tersebar di daratan Melayu. Kebanyakan menggunakan aksara Arab gundul yang biasa diartikan Jawi atau Arab Melayu.

"Dalam membaca naskah tulisan di nisan ini beberapa hambatannya karena lama terpendam, ada perubahan bentuk namun masih bisa kita prediksi. Melihat konteksnya, memang ada beberapa lekukan yang tidak normal tetapi bisa dicarikan tafsirnya," jelas dia.

Jika melihat tulisan Arab yang ada di nisan, dirinya memprediksi jika makam tersebut berusia sekitar satu abad. Bahasa Arab atau Jawi biasanya digunakan di masa kesultanan sebelum kolonialisme masuk ke Indonesia.

"Melihat tulisan makam ini sama seperti yang ada di Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, atau wilayah Melayu," jelas dia.

4. Lokasi penemuan makam diperkirakan sebagai kawasan Beringin Janggut

Penemuan Makam Kuno di 16 Ilir Dipastikan Berusia 1 AbadTim Kantor Arkeologi Sumsel dan Tim Ahli Cagar Budaya Palembang memeriksa nisan penemuan di kawasan 16 Ilir Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Ketua TACB Palembang, Retno Purwanti menyebutkan, kemungkinan wilayah penemuan makam ini berada di wilayah Keraton Beringin Janggut. Daerah itu merupakan kawasan keraton Kesultanan Palembang yang dibangun kembali usai Keraton Kuto Gawang (Pusri saat ini) diserang oleh Belanda. Kawasan Beringin Janggut menjadi tempat strategis baru dalam mengintai musuh yang masuk ke pesisir Palembang.

"Kalau benar lokasinya Beringin Janggut, maka benar makam itu di kawasan bangsawan atau sultan pasca kesultanan Palembang," tutup dia.

Baca Juga: Tergerus Pembangunan, Situs Kerajaan Sriwijaya Berubah Jadi Perumahan

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya