TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kasasi Ditolak MA, Lina Mukherjee Tetap Dipenjara 2 Tahun

Kasasi jadi upaya hukum terakhir Lina kurangi hukuman

Terdakwa penistaan agama Lina Mukherjee (IDN Times/Rangga Erfizal)

Intinya Sih...

  • Mahkamah Agung menolak kasasi Lina Mukherjee terkait konten makan kulit babi dengan melafalkan bismillah.
  • Lina tetap dihukum penjara selama 2 tahun sesuai putusan Pengadilan Negeri Palembang.
  • Putusan kasasi menjadi upaya terakhir Lina dalam mengupayakan keringanan hukuman, dan akan segera dieksekusi.

Palembang, IDN Times - Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi dari influencer Lina Mukherjee dalam kasus pembuatan konten makan kulit babi dengan melafalkan bismillah.

Dalam putusan MA tersebut, Lina tetap menjalani putusan perkara hukum penjara selama dua tahun sesuai putusan Pengadilan Negeri Palembang.

"Dalam putusan Kasasi menguatkan putusan pengadilan sebelumnya, yakni tetap menjatuhkan pidana 2 tahun penjara kepada yang bersangkutan," ungkap Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, Jumat (15/3/2024).

Baca Juga: Divonis 2 Tahun, Lina Mukherjee Peluk Asisten Minta Ikut Bersabar

1. Setelah kasasi hukuman Lina berkekuatan hukum tetap

Terdakwa penistaan agama Lina Mukherjee (IDN Times/Rangga Erfizal)

Vanny menilai, putusan kasasi ini menjadi upaya terakhir terdakwa dalam mengupayakan keringan hukuman. Oleh sebab itu, dalam waktu tujuh hari putusan akan bersifat inkrah dan berkekuatan hukum tetap.

"Kita mendapatkan salinan dari PN Palembang pada hari ini dan langsung dieksekusi," jelas dia.

Baca Juga: Lina Mukherjee Samakan Kasusnya dengan Ahok Terkait Penistaan Agama

2. Lina sempat ajukan banding usai putusan pengadilan

Terdakwa penistaan agama Lina Mukherjee (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sebelumnya, Lina Mukherjee telah mengajukan upaya hukum banding usai divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim PN Palembang.

Namun upaya hukum banding pada tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Palembang kandas, dan tetap menguatkan putusan pidana pengadilan tingkat pertama pada PN Palembang.

Berita Terkini Lainnya