Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi suara frekuensi tinggi (Pexels.com/Pixabay)
ilustrasi suara frekuensi tinggi (Pexels.com/Pixabay)

Intinya sih...

  • BMKG melakukan analisis terkait suara dentuman misterius yang didengar warga Sumbar.

  • Analisis cuaca dan aktivitas seismik menunjukkan tidak ada kondisi ekstrem atau gempa saat suara terdengar.

  • BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memantau informasi resmi dari BMKG.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Warga di beberapa wilayah di Sumatra Barat mengaku mendengar suara dentuman keras yang tidak diketahui asal usulnya.

Warga di Kabupaten Agam yang mengaku mendengar suara dentuman adalah di Tilantang Kamang, Maninjau, Lubuk Basung dan beberapa wilayah lainnya.

Suara dentuman tersebut dikabarkan sampai terdengar ke daerah Bawan hingga ke daerah Pasaman serta beberapa wilayah lainnya di Sumatra Barat wilayah utara.

1. Bagaimana penjelasan BMKG?

Peringatan BMKG untuk Masyarakat

Mendapatkan laporan tersebut, Badan Metereologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG) langsung melakukan pengkajian. Kepala Stasiun Metereologi Minangkabau, Decki Irmawan dalam keterangan resminya yang diterima IDN Times, Sabtu (24/1/2026) menyatakan, analisis yang dilakukan mulai dari fenomena cuaca hingga aktivitas sesismik yang mungkin saja terjadi di Sumatra Barat saat ini.

"Kami sudah melakukan analisis terkait adanya laporan suara dentuman yang didengar oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Agam, Pasaman Barat dan Pasaman pada Jumat (23/1/2026) pagi," kata Decki.

2. Hasil analisis BMKG

Ilustrasi Kantor BMKG (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Decki menjelaskan, dari analisis cuaca yang dilakukan dengan pantauan melalui radar cuaca dan alat pendeteksi petir (lightning detector) menunjukkan saat kejadian yang dilaporkan, tidak terpantau adanya kondisi cuaca ekstrem di wilayah terdampak.

"Tidak ditemukan aktivitas awan konvektif (Cumulonimbus) maupun sambaran petir yang signifikan yang dapat memicu suara dentuman keras di atmosfer," katanya.

Sementara, dari pemantauan aktivitas seismik, berdasarkan data jaringan seismometer BMKG, tidak tercatat adanya aktivitas seismik atau gelombang gempa bumi yang signifikan di wilayah Sumatera Barat, khususnya di sekitar Agam dan Pasaman Barat.

"Hal ini menunjukkan bahwa sumber suara tersebut kemungkinan besar bukan berasal dari aktivitas tektonik maupun pergerakan lempeng," katanya.

3. Minta warga tidak panik

Warga di daerah Palembayan, Kabupaten Agam mengangkut bantuan yang diberikan oleh para dermawan (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Dari hasil analsis tersebut, Decki mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan karena adanya suara dentuman tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu merujuk kepada informasi dari BMKG agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi, dan terus memantau informasi terkini secara realtime dari BMKG," katanya.

Editorial Team