Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral ibu di Palembang melahirkan di teras Mushola. (Dok. IDN Times)
Viral ibu di Palembang melahirkan di teras Mushola. (Dok. IDN Times)

Intinya sih...

  • Nuraini merasakan kontraksi hebat dan ketubannya pecah di tengah perjalanan ke bidan

  • Proses persalinan berlangsung sekitar 15 menit dan bayi perempuan lahir normal

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times -Rekaman video seorang ibu melahirkan di sebuah teras musala viral di media sosial. Nuraini terpaksa melahirkan di teras Musala Al-Ikhlas, Jalan KH Balqi Lorong Banten VI Gang Surya 5, Palembang, Senin (12/1/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Persalinan tersebut terjadi saat ia dalam perjalanan ke rumah bidan.

Peristiwa menegangkan tersebut langsung mengundang warga sekitar untuk membantu persalinan ibu berusia 32 tahun ini secara mandiri. Untungnya, bayi perempuan yang merupakan anak kelima Nuraini lahir selamat. Kini keduanya dirawat di Klinik Bidan Rahayu.

1. Warga melihat ketuban sudah pecah

Kronologis bermula saat Nuraini bersama suaminya, Sakimin (40) berangkat ke bidan menggunakan sepeda motor milik tetangganya. Namun, di tengah perjalanan, Nuraini merasakan kontraksi hebat dan ketubannya pecah.

Sakimin yang panik karena tidak memiliki biaya serta KIS (Kartu Indonesia Sehat), sempat meninggalkan istrinya sebentar untuk mencari pertolongan. Melihat Nuraini kesakitan, warga sekitar, Kamsah spontan keluar rumah untuk membantu.

Kamsah dibantu tiga warga lain memapah Nuraini ke teras Musala Al-Ikhlas agar bisa melahirkan dengan aman. Meski sempat panik karena bidan dan suami Nuraini belum kembali, proses persalinan pun terjadi karena pembukaan sudah lengkap dan bayi dalam posisi siap lahir.

2. Bidan datang saat bayi sudah lahir

Ilustrasi membedong bayi (pexels.com/Szabina Nyiri)

Dengan sehelai kain dan daster, proses persalinan berlangsung sekitar 15 menit dan bayi lahir normal. Tak lama, Bidan Rahayu datang ke musala untuk memotong tali pusar dan membawa bayi ke tempat praktiknya yang berada tak jauh dari lokasi. Saat ini Nuraini dan bayi perempuannya dalam kondisi sehat dan dalam pemulihan.

Saat dijumpai awak media di Klinik Bidan Rahayu pada Selasa (13/1)2026), IRT asal Jakabaring Palembang ini masih terbaring lemas dengan infus di tangan kanannya. Nurani mengaku sudah merasakan sakit perut hebat sejak Minggu (11/1/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB, saat usia kehamilannya memasuki 9 bulan 7 hari.

“Sakitnya mulai malam. Saya sudah bilang ke suami, tapi kami bingung mau ke rumah sakit karena tidak punya KIS dan tidak ada biaya,” ujar Nuraini sambil terisak.

3. Suami Nurani panik tinggalkan istrinya untuk cari bantuan

Ilustrasi hamil (IDN Times/Mardya Shakti)

Keesokan paginya, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, Nuraini dan suaminya nekat berangkat menuju bidan dan rumah sakit hanya bermodalkan KTP tanpa membawa uang sepeser pun. Tiba-tiba di tengah perjalanan, Nuraini mengalami kontraksi hebat hingga ketubannya pecah.

Panik melihat kondisi istrinya, Sakimin terpaksa menurunkan Nuraini di pinggir jalan untuk mencari pertolongan. “Saya ditinggal di jalan pak, ketuban sudah pecah. Alhamdulillah ada warga yang baik hati melihat saya lalu membawa ke Musala Al Ikhlas,” jelasnya.

Viral ibu di Palembang melahirkan di teras Mushola. (Dok. IDN Times)

"Saat itu saya pasrah dan malu karena kondisi ekonomi kami. Tapi saat dengar anak saya menangis, rasanya campur aduk, haru dan sedih,” ungkapnya.

Nuraini mengungkap, kendala utama dirinya tidak bisa berobat maupun melahirkan di fasilitas kesehatan adalah tidak memiliki KIS. Hal itu dipicu persoalan administrasi pernikahan yang belum tercatat resmi.

“Saya menikah isbat massal dulu. Saat mau ambil surat nikah di KUA, katanya sudah diambil, tapi sampai sekarang belum saya terima. Jadi kami kesulitan mengurus KIS. Kami berharap ada bantuan dari Pemkot Palembang dan Bapak Wali Kota Ratu Dewa atas kondisi kami saat ini,” ucap Nurani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team