Ilustrasi hamil (IDN Times/Mardya Shakti)
Keesokan paginya, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, Nuraini dan suaminya nekat berangkat menuju bidan dan rumah sakit hanya bermodalkan KTP tanpa membawa uang sepeser pun. Tiba-tiba di tengah perjalanan, Nuraini mengalami kontraksi hebat hingga ketubannya pecah.
Panik melihat kondisi istrinya, Sakimin terpaksa menurunkan Nuraini di pinggir jalan untuk mencari pertolongan. “Saya ditinggal di jalan pak, ketuban sudah pecah. Alhamdulillah ada warga yang baik hati melihat saya lalu membawa ke Musala Al Ikhlas,” jelasnya.
Viral ibu di Palembang melahirkan di teras Mushola. (Dok. IDN Times)
"Saat itu saya pasrah dan malu karena kondisi ekonomi kami. Tapi saat dengar anak saya menangis, rasanya campur aduk, haru dan sedih,” ungkapnya.
Nuraini mengungkap, kendala utama dirinya tidak bisa berobat maupun melahirkan di fasilitas kesehatan adalah tidak memiliki KIS. Hal itu dipicu persoalan administrasi pernikahan yang belum tercatat resmi.
“Saya menikah isbat massal dulu. Saat mau ambil surat nikah di KUA, katanya sudah diambil, tapi sampai sekarang belum saya terima. Jadi kami kesulitan mengurus KIS. Kami berharap ada bantuan dari Pemkot Palembang dan Bapak Wali Kota Ratu Dewa atas kondisi kami saat ini,” ucap Nurani.