Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Unsri Kurangi Kuota Mahasiswa FISIP Tahun 2026, Ini Alasannya
(Kampus Universitas Sriwijaya) IDN Times/Dok. Unsri
  • Universitas Sriwijaya mengurangi daya tampung mahasiswa baru FISIP tahun 2026, khususnya di prodi Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional karena rasio dosen dan mahasiswa tidak seimbang.
  • Kebijakan pengurangan kuota berlaku untuk semua jalur penerimaan, yaitu SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri tanpa perlu izin tambahan dari kementerian.
  • Penerimaan mahasiswa baru Unsri sudah berjalan dengan jadwal seleksi berbeda tiap jalur, sementara detail jumlah pengurangan kuota belum diumumkan secara pasti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Universitas Sriwijaya mengurangi daya tampung mahasiswa baru pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) untuk penerimaan tahun 2026.
  • Who?
    Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Sriwijaya, Rujito Agus Suwignyo, menyampaikan kebijakan pengurangan kuota tersebut.
  • Where?
    Kebijakan ini diterapkan di kampus Universitas Sriwijaya, khususnya pada FISIP yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 1 April 2026. Pengurangan berlaku untuk seluruh jalur seleksi mahasiswa baru tahun akademik 2026.
  • Why?
    Daya tampung dikurangi karena rasio antara jumlah mahasiswa dan dosen pengajar di beberapa program studi sudah tidak seimbang.
  • How?
    Pengurangan dilakukan pada program studi Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional melalui semua jalur seleksi: SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Universitas Sriwijaya mau terima lebih sedikit mahasiswa baru di FISIP. Katanya karena dosennya belum cukup banyak, tapi yang mau masuk banyak sekali. Yang dikurangi itu jurusan Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional. Sekarang kampusnya lagi buka pendaftaran lewat beberapa jalur, dan mahasiswa yang lolos sedang daftar ulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sriwijaya pada penerimaan seleksi calon mahasiswa baru tahun 2026 mengurangi jumlah daya tampung pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

"Tahun ini kami mengurangi penerimaan kuota di FISIP, di prodi tertentu," ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik Rujito Agus Suwignyo, Rabu (1/4/2026).

1. Dosen dan pengajar tidak memadai mahasiswa di prodi tersebut

Wakil Rektor I Bidang Akademik Rujito Agus Suwignyo (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Pengurangan jumlah daya tampung tersebut, lanjutnya, diterapkan di program studi Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional. Penyebab kuota berkurang, kata Rujito, karena rasio antara mahasiswa dan pengajar sudah tidak sebanding.

"Jumlah mahasiswa yang berminat di prodi ini tidak sebanding. Mahasiswa sudah cukup banyak, tapi dosen dari pengajarnya minimal dan belum bertambah," jelas dia.

2. Pengurungan daya tampung tidak perlu izin kementerian

Universitas Sriwijaya (unsri.ac.id)

Rujito menyampaikan, pengurangan daya tampung penerimaan calon mahasiswa baru di FISIP berlaku untuk semua seleksi penerimaan yang terbagi tiga jalur. Yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dan Seleksi Mandiri (SM).

"Untuk pengurangan kuota, justru diizinkan kementerian tidak usah mengajukan pengusulan, diperbolehkan. Kalau untuk menambah (daya tampung) kita perlu izin (kementerian)," kata dia.

3. Pengurangan daya tampung untuk semua jalur seleksi

Unsri (unsri.ac.id)

Diketahui, saat ini Unsri sudah menggelar penerimaan seleksi calon mahasiswa baru. Penerimaan baru untuk jalur SNBP yang sudah didapati mahasiswa lolos seleksi dan dalam tahap verifikasi atau daftar ulang mulai 1-30 April 2026.

Kemudian ke depan, Unsri akan melanjutkan pendaftaran SNBT mulai 7 April 2026 dengan jadwal seleksi pada 21-30 April 2026. Sedangkan untuk tahap Seleksi Mandiri, pendaftaran ditutup pada 29 April dan seleksi berlangsung 30-31 Mei 2026 dengan kuota sebesar 35,04 persen.

"Untuk jumlah pasti (pengurangan kuota) tidak bisa detail, gak megang (data) yang jelas dikurangi karena minat tinggi dan tenaga pengajar tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan," jelas Rujito.

Editorial Team