Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pangan
ilustrasi pangan (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Intinya sih...

  • TPID memastikan inflasi dan pasokan pangan Sumsel stabil selama Februari-Maret 2026.

  • Risiko inflasi diantisipasi dengan peningkatan konsumsi masyarakat pada Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri.

  • TPID Sumsel terus memperkuat strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus mengupayakan angka inflasi sejumlah komoditas stabil. Bahkan, pada Februari-Maret 2026, nilai inflasi dan ketersediaan pasokan pangan diklaim aman.

"Dengan masuknya periode panen raya padi dan jagung, kami optimistis pasokan pangan akan semakin kuat sehingga mampu meredam tekanan inflasi, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri," ujar Kepala Bank Indonesia Sumatra Selatan Bambang Pramono dalam keterangan rilis yang diterima, Kamis (5/2/2026).

1. Ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan untuk menekan inflasi

ilustrasi pangan (pexels.com/Wendy Wei)

Dia memperkirakan, inflasi Sumsel ke depan akan tetap terjaga meskipun terdapat sejumlah risiko perlu diantisipasi. Risiko itu meliputi peningkatan konsumsi masyarakat pada periode Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri.

"Tekanan harga pangan dan hortikultura juga berpotensi muncul seiring curah hujan yang masih tinggi hingga Februari 2026," jelas dia.

2. Operasi pasar murah dorong inflasi meredam

ilustrasi pangan (pexels.com/Alejandro Barrón)

Meski inflasi penting diwaspadai, lanjut Bambang, dirinya optimistis inflasi mampu melandai sejalan dengan puncak panen raya komoditas utama. Kemudian kata dia, TPID juga komitmen menerapkan strategi 4K dan penguatan ketahanan pangan.

Bambang menyampaikan, dalam menjaga stabilitas harga, TPID Sumsel terus memperkuat strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

"Berbagai langkah konkret telah dilakukan, seperti operasi pasar murah, gerakan pangan murah, serta pendistribusian beras SPHP bekerja sama dengan Perum Bulog" kata dia.

3. Konsistensi sidak pasar disebut mampu sesuaikan harga pangan sesuai HET

ilustrasi pangan (pexels.com/Matheus Cenali)

Selanjutnya kata Bambang, TPID Sumsel juga konsisten menyalurkan komoditas pangan melalui Toko KePo, RPK (Rumah Pangan Kita) dan Toko Penyeimbang milik Perumda Pasar Palembang Jaya. Hal itu upaya memenuhi kebutuhan pangan.

"TPID juga rutin melakukan pemantauan harga melalui sidak ke pasar, distributor, dan produsen untuk memastikan harga sesuai HET dan stok tetap mencukupi," jelasnya.

Editorial Team