Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tim DVI Temukan Jenazah Diduga Anak Jadi Korban Kecelakaan Bus ALS
identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Tim DVI Polda Sumsel menemukan potongan tubuh baru diduga anak balita yang menempel pada jenazah perempuan korban bus ALS terbakar, menambah total pemeriksaan menjadi 17 jenazah.
  • Sampel DNA dari temuan terbaru akan dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri di Jakarta untuk proses identifikasi lanjutan bersama 16 sampel sebelumnya.
  • Kecelakaan maut terjadi saat bus ALS bertabrakan dengan truk tangki BBM di Muratara, menyebabkan kebakaran hebat dan banyak korban meninggal dunia yang masih diidentifikasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatra Selatan (Sumsel) menemukan dugaan jenazah baru dalam proses identifikasi. Jenazah baru tersebut diduga merupakan anak di bawah lima tahun yang ditemukan dalam satu kantong jenazah yang sebelumnya diterima tim DVI.

"Body part ini kita temukan menempel di bawah ketiak jenazah lain yang berjenis kelamin perempuan dalam satu kantong jenazah yang dikirim," ungkap Karumkit RS Bhayangkara Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, Jumat (8/5/2026).

1. Jenazah menempel satu sama lain

Karumkit RS Bhayangkara Palembang, Kombes Pol dr Budi Santoso dan Kadinkes Sumsel Trisnawarman (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dalam proses identifikasi, tim DVI menemukan tubuh maupun potongan tubuh yang saling menempel di dalam satu kantong jenazah. Namun, identitas jenazah yang baru ditemukan tersebut masih belum dapat dipastikan hingga seluruh proses pemeriksaan forensik selesai dilakukan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, potongan tubuh yang baru ditemukan diperkirakan merupakan anak berusia di bawah lima tahun. Potongan tubuh tersebut menempel pada jenazah korban lain akibat kondisi terbakar saat berada di dalam bus.

"Total untuk saat ini ada 17 jenazah yang kami periksa dari sebelumnya 16 jenazah," jelas dia.

2. Satu DNA menyusul dikirim ke Jakarta

Bupati Muratara Devi Suhartoni saat mengunjungi korban kecelakaan BUS ALS di Lintas Sumatra (Dokumentasi: Devi Suhartoni)

Budi menambahkan, saat ini proses identifikasi masih terus berlanjut dengan mengirim sampel DNA ke Laboratorium Forensik Mabes Polri. Total sudah ada 16 DNA yang dikirim ke Jakarta via udara.

"Untuk sampel DNA yang baru ditemukan hari ini juga akan kirim besok. Kita tinggal mendalami data ante mortem," jelasnya.

3. Kecelakaan truk dan bus sebabkan banyak korban terbakar

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Diberitakan sebelumnya, Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aiptu Iin Shodikin, menjelaskan kronologi kecelakaan tragis tersebut. Bermula ketika bus ALS yang membawa belasan orang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi.

"Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki bahan bakar minyak atau BBM yang berisi dua orang. Setibanya di TKP, diduga bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut," ungkap Shodiqin.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi mobil tangki Seleraya bernama Yanto dan penumpangnya, Martini, meninggal dunia terbakar di dalam mobil tersebut. Sementara para korban dari bus ALS hingga kini identitasnya masih dalam proses identifikasi pihak kepolisian.

"Pengemudi bus ALS meninggal dunia. Untuk penumpang bus, masih kami data total korban yang meninggal dunia. Masih dicari database penumpang," ujarnya.

Benturan keras akhirnya memicu kobaran api yang dengan cepat menghanguskan kedua kendaraan besar tersebut serta satu unit sepeda motor yang berada di lokasi. Untuk 3 kendaraan yang terbakar, belum diketahui nomor pelatnya karena dalam kondisi hangus di TKP.

Editorial Team