Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mobil yang digunakan kedua penyidik Polda Riau terseret ke tengah Jembatan Kembar pasca dikepung banjir bandang di Sumbar
Mobil yang digunakan kedua penyidik Polda Riau terseret ke tengah Jembatan Kembar pasca dikepung banjir bandang di Sumbar (IDN Times/ dok Polda Riau)

Intinya sih...

  • Pelaku UMKM menjeritSalah satu pelaku UMKM yang terdampak bencana di Kota Padang adalah Eva Susanti (39) yang biasanya berjualan di rumahnya sambil membantu penghasilan sang suami.

  • Penanganan bencana harus dilakukan hingga pemulihanWakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) RI, Helvi Moraza menegaskan penanganan pascabencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat.

  • Pemerintah hadirkan Klinik UMKMPemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menghadirkan klinik UMKM Minang Bangkit untuk melayani pemilik UMKM agar bisa kembali melakukan kegiatannya seperti bias

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Bencana yang melanda Sumatra Barat pada akhir November 2025 lalu tidak hanya merusak infrastuktur dan menelan korban jiwa. Tetapi juga merusak perekonomian masyarakat yang menjadi korban dalam bencana tersebut.

Para pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjerit karena tidak bisa menjalankan usahanya lantaran rumah yang menjadi tempat berjualan telah hanyut terseret air. Ditambah lagi bantuan yang sudah tidak lagi mengucur dari para dermawan yang selama ini memberikan berbagai bentuk bantuan berupa kebutuhan pokok.

1. Pelaku UMKM menjerit

Aktivitas di posko penerimaan bantuan korban banjir di Nagari Salareh Aie Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). (IDN Times/Halbert Caniago)

Salah satu pelaku UMKM yang terdampak bencana di Kota Padang adalah Eva Susanti (39) yang biasanya berjualan di rumahnya sambil membantu penghasilan sang suami.

"Biasanya jualan di rumah. Sekarang rumah sudah habis hanyut terseret banjir dan tidak bisa lagi berusaha. Penghasilan inilah yang jadi masalah kami saat ini," katanya.

Ia mengatakan, sang suami yang biasanya mengojek juga tidak bisa lagi melakukan pekerjaannya lantaran sepeda motor yang rusak dan belum memiliki biaya untuk melakukan perbaikan.

2. Penanganan bencana harus dilakukan hingga pemulihan

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) RI, Helvi Moraza saat kunjungan kerja ke Sumatra Barat (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) RI, Helvi Moraza saat kunjungan kerja ke Sumatra Barat menegaskan, penanganan pascabencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat.

"Justru, fase pemulihan menjadi tahap paling krusial, terutama bagi UMKM yang menjadi penopang utama ekonomi keluarga dan daerah. Satu UMKM bisa menghidupi hingga lima orang. Karena itu, pemulihan UMKM harus dilakukan secara cepat, fokus, dan serius," katanya.

Menurut Helvi, salah satu langkah yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mendirikan klinik UMKM Minang Bangkit yang akan membantu para pemilik UMKM terdampak bencana agar bisa kembali melakukan kegiatan usahanya.

3. Pemerintah hadirkan Klinik UMKM

Seorang warga di Batu Busuk, Padang mengabarkan keluarganya terkait keadaan terbaru di tempat tinggalnya (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengambil sebuah langkah untuk bisa mengatasi permasalahan pelaku UMKM yang terkena dampak bencana tersebut. Solusi yang diberikan adalah dengan menghadirkan klinik UMKM Minang Bangkit yang akan melayani pemilik UMKM agar bisa kembali melakukan kegiatannya seperti biasanya.

"Kementerian UMKM memiliki tugas khusus untuk memastikan pertumbuhan, pembinaan, sekaligus menaik-kelaskan UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat,” katanya.

Menurutnya, langkah mendirikan klinik UMKM tersebut adalah langkah yang tepat untuk bisa membangkitkan perekonomian pasca bencana ekologi yang terjadi pada tahun lalu.

Editorial Team