Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gunung Dempo, Pagar Alam
Seorang petani tengah membersihkan ladang usai panen sayuran kol di perkebunan kaki Gunung Dempo, Pagar Alam yang kerap dikunjungi wisatawan (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Intinya sih...

  • Pemerintah Sumsel menargetkan 25 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2026, naik dari 19 juta kunjungan pada tahun sebelumnya.

  • Pengembangan wisata baru seperti wisata kesehatan dan olahraga diharapkan dapat menarik minat wisatawan dengan penambahan 10 desa wisata baru.

  • Pemprov Sumsel akan memerhatikan tingkat keamanan daerah untuk mengatasi isu keamanan yang masih menjadi persoalan di beberapa kawasan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menarget kunjungan wisatawan tahun 2026 menyentuh angka 25 juta orang. Target itu meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya pada 2025.

"Tahun kemarin kita menarget 19 juta kunjungan dan mampu melampaui. Tercatat per November 2025 wisatawan ke Sumsel capai 23,9 juta orang," ujar Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Vita Sandra, Minggu (11/1/2026).

1. Target tambahan 10 desa wisata di Sumsel

Potret Danau Ranau, Sumatera Selatan (instagram.com/pesonasriwijaya)

Target kunjungan wisatawan yang lebih tinggi kata dia seiring dengan optimistis Pemprov Sumsel mengembangkan wisata baru yakni pembaruan wisata kesehatan dan olahraga di sejumlah daerah.

"Pada 2025, desa wisata di Sumsel telah terealisasi sebanyak 150 desa. Sedangkan di tahun ini ditargetkan ada penambahan 10 desa wisata baru," jelasnya.

2. Wacanakan wisata olahraga di Sumsel

Gunung Dempo di Pagar Alam. (IDN Times/dokumen)

Vita menyampaikan, potensi wisata kesehatan yang akan digarap Sumsel ke depan masih dalam tahap persiapan dan pemetaan potensi, meliputi sisi layanan medis maupun kebugaran.

Kemudian lanjutnya, Pemprov Sumsel juga berencana mengembangkan wisata olahraga (sport tourism) atau memadukan aktivitas olahraga dengan potensi wisata yang ada di Bumi Sriwijaya. Seperti yang telag berjalan di tahun sebelumnya yaitu kegiatan Dempo Run 2025 dan terealisasi di Kota Pagar Alam.

"Nanti kita juga akan menghadirkan event lari di kawasan Danau Ranau, yang tujuannya juga untuk menarik minat wisatawan datang dan menggerakkan ekonomi lokal," kata dia.

3. Keamanan dan kenyamanan objek wisata masih jadi PR

Kawasan Benteng Kuto Besak Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Meski menarget jumlah kunjungan wisatawan meningkat ke Sumsel, kata Vita, pemprov juga akan memerhatikan dan menyoroti tingkat keamanan daerah. Sebab ia mengaku, isu keamanan di masih menjadi persoalan yang belum selesai.

Dia memberi contoh, kawasan yang masih minim keamanan seperti di Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) lokasi itu katanya, kerap dilaporkan terjadi tindak kriminal maupun pungutan liar yang mengganggu kenyamanan para wisatawan.

"Ini menjadi keresahan kita bersama dan ini sudah dikomunikasikan dengan pihak Polda, seperti tim Pengamanan Objek Vital (Pamobvit), lalu juga Poltabes tentang masalah ini," jelasnya.

Editorial Team