Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BNPB-BMKG: Hujan di Sumsel Hasil Operasi Modifikasi Cuaca
Apel penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) (IDN Times/Rangga Erfizal)

  • BNPB dan BMKG melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatra Selatan untuk menjaga kelembapan lahan gambut menjelang puncak musim kemarau dan mencegah kebakaran hutan serta lahan.
  • OMC dilakukan karena masih tersedia awan hujan yang bisa disemai, namun diperkirakan akan terbatas saat puncak kemarau ketika potensi awan berkurang drastis.
  • BMKG memperingatkan potensi penguatan El Nino mulai Juli dengan peluang moderat 92 persen, yang dapat menyebabkan cuaca lebih kering dan penurunan curah hujan signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklaim hujan yang terjadi di Sumatra Selatan dalam beberapa hari terakhir merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelembapan lahan gambut jelang puncak musim kemarau.

"Nah di Sumsel, kami laksanakan operasi modifikasi cuaca supaya lahan gambut ini basah dan dapat segera dipadamkan dengan cepat bila terjadi karhutla (kebakaran hutan dan lahan)," ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Palembang, Rabu (6/5/2026).

1. Fokus OMC pada wilayah rawan kering, terutama lahan gambut

Apel penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Suharyanto menjelaskan, hujan dengan intensitas cukup deras yang terjadi pada 4-5 Mei lalu, merupakan bagian dari OMC yang telah dilakukan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. OMC difokuskan pada wilayah-wilayah rawan, terutama kawasan gambut yang rentan kering saat musim kemarau.

"Sumsel saat ini masih bisa dilakukan OMC. Tadi malam masih hujan merupakan salah satu upaya modifikasi cuaca," jelasnya.

2. OMC dilakukan karena masih ada awan hujan

Apel penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Senada, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, OMC yang dilakukan di Sumsel dilakukan lantaran saat ini awan hujan masih ada untuk disemai. Penyemaian tersebut dilakukan untuk meningkatkan curah hujan di area gambut sehingga lahan gambut akan tetap basah dan terjaga. "Kkhususnya gambut," ungkap Faisal.

Namun demikian, upaya ini disebut tidak bisa dilakukan sepanjang musim kemarau. BMKG memprediksi memasuki puncak kemarau pada Agustus, potensi awan akan semakin berkurang sehingga operasi modifikasi cuaca menjadi terbatas.

"Saat puncak musim kemarau saat OMC tidak bisa dilakukan maka penanganan akan difokuskan di darat," jelasnya.

3. Waspada El Nino saat puncak kemarau

Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi penguatan fenomena El Nino pada pertengahan tahun. Saat ini kondisi iklim masih berada pada fase netral, namun mulai Juli diperkirakan mengalami peningkatan.

BMKG memproyeksikan peluang El Nino mencapai kategori moderat sekitar 92 persen, sementara kemungkinan menjadi kuat berada di kisaran 14 persen.

"Jika menguat, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan cuaca lebih kering dan penurunan curah hujan secara signifikan," ungkap dia.

Editorial Team