Sriwijaya FC (Dok. Media Officer)
Melihat riwayat dan kondisi klub yang krisis, prestasi Sriwijaya FC makin merosot dipengaruhi karena manajemen kesulitan mendapatkan investor baru. Klub dikabarkan memiliki utang hingga Rp42 miliar. Masalah ini kian menyulitkan langkah Sriwijaya FC untuk berbenah dan bangkit dari keterpurukan. Sekarang? Sriwijaya FC resmi berada di Liga 3. Klub yang dahulu disegani hanya menyisakan kenangan tentang masa kejayaan.
Namun jika melihat sejarah panjang pemilik gelar double winner, Sriwijaya FC memang mempunyai kharisma. Tim yang lahir pada 23 Oktober 2004 saat Pemerintah Provinsi Sumsel dipimpin Gubernur Syahrial Oesman ini menjelma menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sumsel.
Laskar Wong Kito pernah meraih puncak kejayaan pada tahun 2007. SFC sukses menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia dan Copa Indonesia sekaligus. Prestasi tersebut berhasil mengangkat derajat klub sebagai kekuatan baru di sepak bola nasional.
Kejayaan tim berlanjut, pada tahun 2008 hingga 2011, Sriwijaya berkesempatan berlaga di level Asia dalam partisipasi klub di AFC Cup. Ketika itu, Sumsel dipimpin oleh Gubernur Alex Noerdin yang telah tutup usia pada 25 Februari 2026.