Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sempat Tutup Karena Izin HGU, Desa Wisata Gunung Dempo Kembali Dibuka
Salah satu destinasi wisata Gunung Dempo yang sempat ditutup. (Dok. Disbudpar Sumsel)

  • Desa Wisata Gunung Dempo di Pagar Alam resmi dibuka kembali setelah sempat ditutup karena masalah izin HGU milik PTPN VII, sesuai permintaan Pemprov Sumsel tertanggal 12 Mei 2026.
  • Izin operasional yang diberikan bersifat sementara selama tiga bulan agar pengelola dapat menyelesaikan seluruh administrasi dan perizinan, dengan surat izin diterbitkan oleh PTPN I Regional 7.
  • Sebelumnya banyak wisatawan kecewa akibat penutupan destinasi favorit ini, sementara Pemprov Sumsel berharap masa transisi dimanfaatkan untuk melengkapi legalitas agar pariwisata tetap berjalan lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pagar Alam, IDN Times -‎ Setelah sempat ditutup karena kendala regulasi dan perizinan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN VII, Desa Wisata Gunung Dempo Pagar Alam, Sumatra Selatan (Sumsel) kembali dibuka mulai Rabu (13/5/2026).

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan Pemprov Sumsel melalui surat Sekretaris Daerah Sumsel Nomor 800/2713/Disbudpar.IV/2026 tertanggal 12 Mei 2026. Dalam surat itu, Pemprov Sumsel meminta agar operasional Desa Wisata Gunung Dempo dapat kembali dibuka sambil proses penyelesaian administrasi dan perizinan dilakukan secara bertahap.

Pembukaan kembali destinasi wisata unggulan di kaki Gunung Dempo tersebut menjadi angin segar bagi sektor pariwisata Kota Pagar Alam yang beberapa pekan terakhir terdampak akibat penghentian sementara aktivitas wisata. Meski demikian, izin operasional yang diberikan kepada pengelola masih bersifat sementara.

1. Pembukaan kembali ini untuk menjawab permintaan Gubernur Sumsel

Gunung Dempo di Pagaralam, Sumatera Selatan. (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Rudi Irawan, mengatakan operasional kembali destinasi unggulan tersebut merupakan tindak lanjut atas koordinasi intensif antara Pemprov Sumsel dan pihak perkebunan.

"Pembukaan kembali ini untuk menjawab permintaan Gubernur Sumsel Herman Deru melalui surat Sekretaris Daerah. Pihak PTPN I Regional 7 telah menerbitkan surat izin operasional kembali tertanggal 13 Mei 2026," ujarnya.

2. Pengelola Desa Wisata Gunung Dempo diberikan tenggat waktu selama tiga bulan

Gunung Dempo, Pagaralam, Sumsel (IDN Times/Dokumen)

Beberapa sejumlah objek wisata Gunung Dempo yang sempat ditutup yakni Bukit Tungguan, Nature High Vila serta Kabelban Reas Area, kemudian kebun Strawberry DS Planting, Homestay Wabisabi Kampung 4, lahan pertanian musiman, hingga rumah yang selama ini difungsikan sebagai tempat registrasi pendakian Gunung Dempo (Brigade).

Meski telah dibuka, Rudi menekankan bahwa izin yang diberikan oleh PTPN I Regional 7 bersifat sementara. Pengelola Desa Wisata Gunung Dempo diberikan tenggat waktu selama tiga bulan untuk menuntaskan seluruh persyaratan administrasi dan perizinan yang berlaku.

Adapun surat izin yang ditandatangani oleh Plt Head Region PTPN I Regional 7, Iyan Heriyanto tersebut juga telah ditembuskan kepada Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Pagar Alam dan Instansi terkait lainnya.

3. Banyak wisatawan kecewa lantaran batal menikmati destinasi favorit di Gunung Dempo

Kafe di kaki Gunung Dempo dengan pemandangan menghadap kota Pagaralam. (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)

Sebelumnya, Desa Wisata Gunung Dempo terpaksa ditutup, karena adanya ketidaksesuaian pemanfaatan lahan HGU. Tidak sedikit wisatawan yang mengaku kecewa lantaran batal menikmati berbagai destinasi favorit di kawasan Gunung Dempo.

Apalagi selama ini kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu ikon wisata andalan Sumsel dengan panorama pegunungan, perkebunan teh, udara sejuk, hingga wisata petualangan yang menjadi daya tarik utama Kota Pagar Alam.

Pemprov Sumsel berharap dalam masa transisi tiga bulan ini, pihak pengelola dapat bergerak cepat melengkapi dokumen legalitas agar aktivitas pariwisata di kaki Gunung Dempo tidak lagi terhambat di masa depan, mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu magnet utama kunjungan wisatawan di Sumsel.

Editorial Team