Palembang, IDN Times - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (DPP GAPASDAP) Khoiri Soetomo mengatakan kini pengusaha angkutan kapal dalam kondisi tertekan akibat kondisi pertumbuhan ekonomi yang melesu.
Menurutnya, dampak ekonomi yang tak stabil berakibat pada kenaikan harga minyak dan memicu sektor usaha angkutan makin berat. Belum lagi, kata Khoiri, nilai tukar rupiah kian melemah dan sudah berada di atas Rp17 ribu per dolar AS. Keadaan tersebut menjadi penyebab utama biaya operasional perusahaan angkutan penyeberangan meningkat.
"Sejak beberapa tahun terakhir, struktur biaya angkutan penyeberangan sudah tidak seimbang dengan tarif yang berlaku," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima saat meninjau Pelabuhan Tanjung Api-api, Senin (4/5/2026).
