Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Respons BBPJN Sumsel Soal Opsi Pencopotan Jam Analog Jembatan Ampera
Suasana di atas jembatan Ampera lengang lalu lalang kendaraan (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • BBPJN Sumsel menanggapi rencana pencopotan jam analog Jembatan Ampera yang rusak dan sering dikeluhkan warga karena waktu yang tidak akurat.
  • Pelepasan jam dinilai berisiko tinggi karena dilakukan di ketinggian, sehingga memerlukan prosedur keselamatan ketat untuk melindungi pekerja dan pengguna jalan.
  • Nugraha menjelaskan kerusakan jam disebabkan gangguan arus listrik pada panel, dan setelah dilepas, tidak akan ada penggantian unit baru di Jembatan Ampera.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Selatan menanggapi rencana pencopotan jam analog di Jembatan Ampera yang rusak dan tidak menunjukkan waktu akurat.
  • Who?
    Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Sumsel, Nugraha, bersama tim BBPJN Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang di bawah Wali Kota Ratu Dewa.
  • Where?
    Kegiatan dan rencana pencopotan berlangsung di Jembatan Ampera, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 7 Mei 2026, sementara proses pencopotan masih dalam tahap persiapan tanpa jadwal pasti.
  • Why?
    Pencopotan direncanakan karena kerusakan mesin jam akibat gangguan arus listrik yang membuat panel tidak berfungsi dan waktu yang ditampilkan menjadi tidak akurat.
  • How?
    Pelepasan jam akan dilakukan dengan memperhatikan prosedur keselamatan kerja di ketinggian serta koordinasi dengan PLN untuk memastikan suplai listrik stabil selama proses berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Jam besar di Jembatan Ampera rusak karena listriknya bermasalah, jadi waktunya salah dan orang-orang banyak yang mengeluh. Wali Kota Palembang mau melepas jam itu, tapi katanya susah karena harus kerja di tempat tinggi dan harus hati-hati supaya aman. Sekarang petugas masih coba benerin jamnya sambil siap-siap buat lepas nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Respons BBPJN Sumsel menunjukkan komitmen kuat terhadap keselamatan dan ketelitian dalam menangani rencana pencopotan jam analog di Jembatan Ampera. Dengan menekankan pemenuhan persyaratan teknis, perlindungan pekerja, serta koordinasi dengan PLN untuk menjaga fungsi jam sementara, langkah ini mencerminkan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan setiap proses berjalan aman dan terukur bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Selatan merespons rencana Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, soal pencopotan jam analog di Jembatan Ampera. Diketahui wacana pencopotan jam tersebut karena mengalami kerusakan mesin hingga membuat waktu tidak akurat, dan menimbulkan keluhan warga yang meminta adanya perrbaikan.

"Pencopotan jam besar memerlukan waktu cukup panjang, karena untuk bekerja di ketinggian ada persyaratan yang harus dipenuhi," ujar Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Sumsel, Nugraha, Kamis (7/5/2026).

1. Pencopotan jam di Jembatan Ampera memiliki risiko

Jembatan Ampera di Palemban. (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Dia menjelaskan, proses pencopotan jam analog di Jembatan Ampera tidak bisa dilakukan secara cepat karena termasuk pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi. Pekerjaan di ketinggian, kata Nugraha, memiliki sejumlah persyaratan teknis dan keselamatan yang harus dipenuhi secara ketat.

"Termasuk untuk melindungi pekerja dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. Pelepasan jam ini bisa ada risiko dari sisi pekerja dan pengguna jalan," jelasnya.

2. Sebelum pencopotan, jam diusahakan masih berfungsi

Arus lalu lintas di Jembatan Ampera (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)

Nugraha menegaskan, dari sisi PJN Wilayah III Sumsel akan berupaya mempercepat proses perbaikan sekaligus pencopotan jam, tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

"Sambil menunggu tahapan pencopotan, kondisi jam masih diusahakan untuk bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Kami upayakan berfungsi normal, sambil kami terus koordinasi dengan PLN terkait suplai dan stabilitas listrik," kata dia.

3. Setelah jam analog dicopot tidak akan ada aksesori di Jembatan Ampera

Tampilan Jembatan Ampera Palembang dari ketinggian menara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Nugraha menyampaikan, gangguan pada jam analog karena masalah arus listrik. Gangguan tersebut kata dia menyebabkan kerusakan pada panel jam, sehingga fungsi penunjuk waktu sempat terganggu.

"Memang kemarin ada permasalahan arus listrik, sehingga terjadi kerusakan pada panel jam. Itu yang menyebabkan jam sempat tidak berfungsi," jelasnya.

Dia memastikan setelah jam tersebut dilepas, tidak akan ada penggantian dengan unit baru. Jembatan Ampera akan dikembalikan ke kondisi semula tanpa keberadaan jam di sisi jembatan.

Editorial Team