Goa Jepang di Palembang (Dok. Pribadi)
Tak hanya soal kesepakatan dari pemilik tanah yang belum mendapatkan titik terang, warga sekitar pun kerap mengeluhkan kondisi Goa Jepang yang terbengkalai.
Dari sisi masyarakat, mereka sering mengeluh karena kawasan Goa Jepang itu kerap dipenuhi anak punk dan jalanan. Tetapi saat lokasi akan dibersihkan, pemilik lahan melarang warga untuk berbenah.
Sementara kata Budayawan Palembang
Vebri Al Lintani, soal keinginan masyarakat yang ingin dibersihkan, seharusnya hal itu tidak dilarang, karena semua kawasan tersebut merupakan milik negara dan memiliki nilai sejarah yang harus dijaga.
Menurut pemilik tanah Temas Wati, pada prinsipnya dia mendukung penataan Goa Jepang Palembang, namun untuk keputusan kesepakatan bersama pemkot, dirinya tak bisa mengambil keputusan sendiri.
"Saya tidak melarang pemerintah mau mengelola, mau menata, silakan. Tapi saya tidak bisa memutuskan sendiri karena ini milik keluarga besar. Kalau pemerintah mau mengelola, kami mau lepas saja atau dijual. Tapi kalau hanya dibersihkan dan tetap kami yang mengelola, itu masih harus dirundingkan lagi dengan keluarga," jelasnya.