Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ratu Dewa Copot Jam Analog Jembatan Ampera Palembang, Kenapa?
Jembatan Ampera di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Wali Kota Palembang Ratu Dewa memutuskan mencopot jam analog di Jembatan Ampera setelah mendapat izin dari Gubernur Sumsel dan BBPJN.
  • Pencopotan dilakukan karena jam sering tidak akurat, dan pemerintah sedang membahas opsi perbaikan bersama BBPJN, termasuk kemungkinan melibatkan pihak ketiga.
  • Jika belum ada perbaikan, aksesori jembatan bisa diganti dengan desain bernuansa etnik lokal, sementara masalah listrik penyebab kerusakan sedang ditangani PLN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 April 2026

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan bahwa pencopotan jam analog di Jembatan Ampera telah disetujui oleh Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru dan BBPJN. Ia meminta jam tersebut dicopot sementara sambil mencari solusi perbaikan.

kini

Ratu Dewa bersama BBPJN sedang membahas alternatif perbaikan jam, termasuk kemungkinan melibatkan pihak ketiga. Jika belum ada tindak lanjut, pemerintah kota mempertimbangkan perubahan aksesori Jembatan Ampera dengan tetap menjaga unsur etnik lokal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Palembang mencopot jam analog di Jembatan Ampera sebagai langkah awal perbaikan agar jam dapat kembali berfungsi dengan tepat waktu.
  • Who?
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin keputusan pencopotan dengan persetujuan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
  • Where?
    Tindakan pencopotan dilakukan di Jembatan Ampera, salah satu ikon kota yang terletak di Palembang, Sumatra Selatan.
  • When?
    Pernyataan mengenai pencopotan disampaikan pada Rabu, 6 April 2026, dan prosesnya sedang dalam tahap pelaksanaan serta pembahasan lanjutan.
  • Why?
    Pencopotan dilakukan karena jam analog sering tidak berfungsi akibat gangguan listrik dan permintaan masyarakat agar jam menunjukkan waktu yang akurat.
  • How?
    Pemerintah kota bekerja sama dengan BBPJN untuk mencari solusi perbaikan, termasuk kemungkinan melibatkan pihak ketiga atau mengganti aksesori jembatan dengan desain bernuansa lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ratu Dewa, Wali Kota Palembang, mau lepas jam besar di Jembatan Ampera. Jam itu sering rusak dan waktunya salah. Ia sudah izin ke Gubernur Herman Deru dan orang jalan besar. Sekarang jamnya mau dibetulkan dulu biar bisa tepat waktu lagi. Kalau belum bisa, mungkin nanti diganti hiasan lain yang cantik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Wali Kota Palembang Ratu Dewa mencopot jam analog di Jembatan Ampera menunjukkan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat dan komitmen memperbaiki ikon kota tersebut. Dengan dukungan Gubernur Sumsel dan koordinasi bersama BBPJN serta PLN, proses ini mencerminkan kerja sama antarlembaga untuk mencari solusi terbaik tanpa mengabaikan nilai budaya lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang Ratu Dewa akan mencopot jam analog di Jembatan Ampera. Pencopotan dilakukan setelah mendapat izin dari Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

"Saya minta dicopot dulu jam itu, dan disetujui, sembari dicarikan solusinya," ujarnya, Rabu (6/4/2026).

1. Sebut Gubernur Sumsel responsif soal perbaikan jam analog

Jembatan Ampera Palembang (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Ratu Dewa mengatakan pencopotan jam analog merupakan respons atas permintaan masyarakat untuk memperbaiki jam tersebut agar penunjuk waktunya akurat.

"Gubernur Sumsel cukup responsif, terkait kewenangan itu, bahkan permasalahan jam Ampera ini," kata Dewa.

2. Minta BBPJN perbaiki jam analog dengan pihak ketiga

Ilustrasi wisatawan di Jembatan Ampera dan Sungai Musi Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dewa mengatakan pihaknya masih membahas alternatif perbaikan jam Jembatan Ampera bersama BBPJN, termasuk kemungkinan melibatkan pihak ketiga agar jam kembali akurat.

"Soal jam saya sudah bilang satker BBPJN, opsi pertama sialakan dari pihak balai memperbaiki jam tepat waktu apa dari pihak ketiga. Atau opsi kedua, lebih baik copot saja," katanya.

3. Jam analog di Jembatan Ampera mati karena kerusakan tegangan listrik

Jam Jembatan Ampera (Dok. IDN Times)

Dewa mengatakan jika belum ada tindak lanjut perbaikan setelah pencopotan, kemungkinan akan dilakukan perubahan aksesori di Jembatan Ampera dengan tetap memprioritaskan unsur etnik lokal.

"Semula jam analog ini masalahnya (mati) karena terkendala listrik. Yakni soal listrik dengan tegangan naik dan turun. Ini sudah diurus Dirut PLN yang ada di Sumsel, segera kroscek ke lapangan," jelas Dewa.

Editorial Team