Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Petugas Kemenkes Diduga Halangi Tugas Jurnalis di Padang
Keributan saat Wamenkes masuk ke dalam mobilnya (Foto: Istimewa)
  • Sejumlah jurnalis di Padang mengaku dihalangi petugas Kemenkes saat mencoba mewawancarai Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus dalam kunjungan kerja pada 12 Mei 2026.
  • Wartawan Padang TV dan TV One menyebut mengalami dorongan berulang serta tidak diberi kesempatan bertanya soal kasus kematian bayi di RSUP M Djamil.
  • Petugas Kemenkes diduga menutup akses wawancara hingga menyebabkan tangan jurnalis terjepit, memicu kritik atas pelanggaran hak pers untuk memperoleh informasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Dugaan aksi penghalangan terhadap jurnalis kembali terjadi saat kunjungan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus ke Kota Padang, Selasa (12/5/2026).

Petugas yang merupakan pihak Kemenkes mendorong dan tidak membiarkan awak media melakukan wawancara dengan sang wakil menteri.

"Tadi saat wawancara, seorang petugas Kemenkes mendorong saya dan tidak memperbolehkan untuk melanjutkan wawancara," kata wartawan Padang TV, Dasril kepada IDN Times.

1. Pendorongan berulang

Keributan saat Wamenkes masuk ke dalam mobilnya (Foto: Istimewa)

Dasril mengatakan, pendorongan yang dilakukan oleh pihak Kemenkes tersebut dilakukan tidak hanya sekali saja. Ia juga sempat didorong dan dihalangi oleh petugas tersebut sebelum kejadian penghalangan saat wawancara.

"Saat kunjungan ke laboratorium saya juga didorong oleh orang yang sama. Saat wawancara juga kembali dilakukan," lanjutnya.

Ia mengatakan, akibat penghalangan yang dilakukan tersebut ia tidak bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk laporannya.

2. Dihalangi saat tanya kasus bayi di M Djamil

Keributan saat Wamenkes masuk ke dalam mobilnya (Foto: Istimewa)

Jurnalis TV One, Wahyudi Agus mengatakan keributan tersebut terjadi saat para awak media menanyakan soal kasus kematian bayi Alceo Hanan Flantika (14 bulan) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil awal April 2026 lalu.

"Keributannya berawal saat wawancara dan kami menanyakan kepada Wamenkes soal kasus kematian bayi di RSUP M Djamil," katanya.

Saat ditanyakan soal kasus tersebut menurut Wahyudi, sang Wamenkes tidak memberikan jawaban jelas dan hanya menjawab sambil pergi ke mobilnya.

"Saat itu kami masih mencoba merekam pernyataan pak Wamen dan petugas yang bersangkutan langsung mendorong beberapa teman-teman," katanya.

3. Tidak beri ruang jawaban

Wamenkes sudah memberikan jawaban di dalam mobil, tapi pintu langsung ditutup oleh petugas Kemenkes yang mengakibatkan tangan jurnalis TV One terjepit (Foto: Istimwa)

Wahyudi mengatakan, sang Wamenkes sudah ingin memberikan jawaban saat berada di dalam mobil mewahnya.

"Saat berada di dalam mobil pak Wamen sebenarnya sudah ingin memberikan jawaban. Tapi yang mendorong teman-teman itu langsung menutup pintu mobil dari luar hingga tangan saya terjepit," katanya.

Ia menyatakan kekecewaannya terhadap penghalangan yang dilakukan oleh petugas dari Kemenkes tersebut karena sudah bertentangan dengan hak jurnalis untuk mendapatkan informasi.

Editorial Team