Palembang, IDN Times - Dorongan replanting atau peremajaan karet rakyat secara mandiri di Sumsel, dinilai belum realistis dilakukan secara luas. Tingginya biaya, serta lamanya masa tanam hingga menghasilkan dinilai menjadi hambatan utama para petani.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel, Rudi Arpian, menilai skema peremajaan secara mandiri sebenarnya bisa berjalan. Namun, opsi tersebut akan berjalan sangat lambat dan berisiko tinggi karena tak mendapat dukungan pemerintah.
"Kurang realistis untuk melakukan peremajaan pada skala luas. Bisa jalan, tetapi sangat lambat dengan risiko tinggi," ungkap Rudi Arpian kepada IDN Times, Senin (20/4/2026).
