Ilustrasi produksi biji kopi di tanah air (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Peluang kopi Sumsel memiliki merek dagang sebenarnya cukup tinggi, dilihat dari harga kopi yang sempat melambung. Selain itu, peluang ini disokong produksi kopi lokal yang juga melimpah. Belum lagi ketersediaan kopi dari negara lain, seperti Vietnam dan Brasil, sebagai pesaing produsen menurun pada sebulan belakang faktor peralihan musim.
"Brasil menutup ekspor kopi lantaran terkena badai paling parah sehingga, harga kopi dunia menjadi naik," kata Head Gerai Hutan Kopi Roasteri, Reza.
Kenaikan harga kopi tidak hanya terjadi di Sumsel dan hampir terjadi di seluruh dunia. Penyebabnya, gagal panen di kawasan daerah penghasil kopi akibat cuaca dan sangat wajar apabila pengusaha kopi ikut menaikkan harga jual kopi kemasan dan kopi seduh, karena komoditas kopi di Sumsel mencapai nilai tertinggi diangma Rp70 ribu per kilogram.