Ilustrasi tumpukan atap genteng (unsplash.com/ Jametlene Reskp)
Dia menilai, Gentengisasi merupakan salah satu strategi Prabowo untuk mencari program untung selain Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sebab jika dipelajari sepanjang ia menjabat, program Presiden RI kedelapan ini belum ada yang terlihat positif dan mendominasi kepentingan warga lebih baik. Kebanyakan, katanya, program yang Prabowo canangkan justru menimbulkan mudarat.
"Sudah banyak berita keracunan, melihat setahun ini (sepanjang Prabowo menjabat) kayaknya belum ada yang wow bikin masyarakat bangga, menurut saya ya, bahas masalah ini sensitif soalnya," kata Yazid.
Tak hanya Yazid, Tomi warga Kamboja Palembang menilai, Gentengisasi merupakan program lucu yang direncanakan presiden. Karena katanya, persoalan atap rumah adalah tanggung jawab masing-masing pemilik. Dia menyebut, warga bukan tidak ingin dibantu, melainkan akan lebih baik bila pemerintah pusat membuat program bijak untuk kesejahteraan masyarakat. Terutama lanjutnya, bagi warga di pedesaan provinsi dengan akses terbatas.
"Masih banyak jalan rusak, layanan kesehatan yang tidak berkualitas. Kenapa tidak ini saja yang jadi prioritas. Lucu, kok jadi genteng. Kalau gentengisasi ini, kira-kira dikasih subsidi ngga ya? Mending urus masalah BPJS PBI dulu, baru soal-soal kecil (gentengisasi) gini," jelasnya.