Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Padang Bagikan Ribuan Tablet ke Masjid-Musala untuk Smart Surau
ilustrasi mengoperasikan smart plug lewat tablet (freepik.com/freepik)
  • Pemerintah Kota Padang membagikan ribuan tablet ke masjid dan musala untuk mengoptimalkan program Smart Surau melalui digitalisasi pemantauan ibadah dan pengembangan ekosistem kreatif di tingkat kelurahan.
  • Teknologi pemindaian wajah akan diterapkan sebagai sistem baru pencatatan kehadiran siswa di masjid, menggantikan metode kartu fisik dan barcode yang digunakan sebelumnya.
  • Pemkot Padang menyiapkan anggaran Rp800 juta bagi remaja masjid melalui kompetisi proposal guna mendukung kegiatan kreatif, pelatihan digital, serta memperkuat peran sosial berbasis masjid.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Pemerintah Kota Padang akan memberikan tablet untuk setiap masjid dan musala yang ada di daerah itu untuk mengoptimalkan kembali program Smart Surau yang digalakkan oleh Wali Kota Padang, Fadli Amran.

Fadli mengatakan, program Smart Surau yang telah berjalan lebih dari setahun menurutnya harus dimaksimalkan kembali dengan mengupgrade digitalisasi. Hal itu dilakukan dengan memberikan ribuan tablet ke setiap tempat ibadah.

"Fokus utamanya kami arahkan pada digitalisasi pemantauan ibadah dan penyediaan ekosistem kreatif bagi generasi muda di tingkat kelurahan," katanya.

1. Upgrade digitalisasi program Smart Surau

Wali Kota Padang, Fadli Amran saat diwawancarai (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Fadli mengatakan bahwa sebelumnya para siswa dipastikan datang ke masjid atau musala dengan menggunakan kartu fisik dan barcode. Nantinya, pihaknya akan menggunakan teknologi yang berbeda dari sebelumnya.

"Kami akan menerapkan teknologi pemindaian wajah (facial recognition) yang juga akan menjadi standar baru untuk mencatat kehadiran siswa dalam aktivitas masjid," katanya.

Menurutnya, tablet yang diberikan di setiap masjid dan musala tersebut nantinya akan ditempelkan. Sehingga para siswa tinggal melakukan scan wajah untuk menyatakan kehadirannya dalam melaksanakan ibadah.

2. Anggarkan uang Rp800 juta untuk remaja masjid

Remaja Masjid Baiturrahim Lombongan

Selain pengadaan tablet tersebut, Fadli mengatakan, pihaknya juga akan menganggarkan ratusan juta rupiah untuk remaja masjid yang aktif melakukan kegiatan setiap harinya.

"Anggaran sebesar Rp800 juta pada tahun pertama ini khusus untuk mengaktivasi peran remaja masjid. Berbeda dengan bantuan hibah konvensional, dana ini disalurkan melalui sistem kompetisi proposal," katanya.

Ia menantang para remaja masjid untuk menyusun program kreatif, seperti pelatihan digitalisasi dan teknologi informasi, kegiatan mabit (menginap di masjid) dengan kurikulum modern dan program sosial kemasyarakatan yang berbasis di lingkungan masjid.

"Kita lombakan. Mana yang paling kreatif dan serius, itu yang dipilih oleh bagian Kesra. Kita ingin remaja masjid memiliki tujuan dan dukungan dana yang jelas untuk mengeksekusi ide-ide mereka," katanya.

3. Puluhan ribu siswa diklaim ramaikan masjid

Wali Kota Padang, Fadli Amran (Foto: Humas)

Fadli mengklaim, saat ini tercatat sekitar 30 ribu hingga 60 ribu siswa di Kota Padang telah aktif meramaikan masjid setiap harinya melalui program Subuh Mubarokah.

"Dengan adanya dukungan teknologi dan anggaran kreatif, kami harap masjid tidak lagi hanya menjadi tempat ritual ibadah, melainkan inkubator bagi lahirnya generasi Indonesia yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga benar secara karakter," katanya.

Langkah tersebut menurutnya merupakan upaya strategis untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai ruang ketiga bagi masyarakat dan tempat untuk memaksimalkan aspek spiritualitas bertemu dengan perkembangan teknologi dan kreativitas sosial.

Editorial Team