Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pembunuhan Staf Bawaslu OKU Selatan Diduga Bermotif Perampokan
Olah TKP dilokasi pembunuhan Staf Bawaslu Palembang (Dok: Polda Sumsel)
  • Polisi menemukan empat barang berharga milik staf Bawaslu OKU Selatan yang hilang dari TKP, termasuk motor, laptop, dan dua ponsel.
  • Penyidik telah memeriksa lima saksi untuk mengungkap dugaan pembunuhan disertai perampokan, namun motif pasti masih diselidiki.
  • Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat kekerasan dengan luka sayatan di leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ogan Komering Ulu Selatan, IND Times - Meninggalnya Staf Bawaslu OKU Selatan Maria Simaremare (39) diduga bermotif perampokan. Hal tersebut diungkapkan oleh penyidik karena beberapa barang berharga milik korban yang hilang dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Di TKP, kami mendapati ada empat barang berharga milik korban yang tidak ditemukan. Yakni satu unit sepeda motor Honda Beat, satu unit laptop, dan dua unit handphone," ungkap Kasatreskrim Polres OKU Selatan, AKP Anton L. Sinaga, Jumat (27/3/2026).

1. Polisi belum dapat pastikan penyebab kematian korban

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Mardya Shakti)

Anton menjelaskan, kasus yang menimpa korban saat ini mengarah pada tindakan kriminal. Namun, polisi belum dapat memastikan motif dari dugaan kriminalitas yang terjadi.

"Untuk dugaan terjadinya tindak pidana belum bisa dipastikan, namun memang ada indikasi korban tewas karena adanya tindakan kriminal," jelasnya.

2. Lima orang saksi diperiksa polisi

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut Anton, polisi belum dapat memastikan apakah aksi perampokan tersebut terjadi sebelum atau setelah korban meninggal dunia. Pihaknya masih mendalami pemeriksaan terhadap saksi-saksi di TKP.

"Kami sudah memeriksa lima orang saksi untuk dimintai keterangan," jelasnya.

Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan secara intensif guna mengungkap kasus tersebut hingga terang benderang.

"Tim masih bekerja melakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut," jelasnya.

3. Hasil autopsi pastikan ada tindak kekerasan terhadap korban

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat kekerasan yang berujung pada pembunuhan di kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.

"Dari hasil autopsi, penyebab kematian korban adalah mati lemas akibat terhalangnya saluran pernapasan yang disertai luka sayatan pada leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah besar," ungkap Nandang.

Hasil autopsi menemukan adanya luka fatal di bagian leher. Tim forensik juga mendapati luka terbuka yang setelah penanganan memerlukan 33 jahitan. Dugaan sementara, luka tersebut disebabkan oleh kekerasan menggunakan senjata tajam.

"Luka terbuka di leher korban menunjukkan adanya tindakan kekerasan dengan benda tajam," tegas Nandang.

Editorial Team