Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pangdam Minta Dansat Perketat Pengawasan Usai Penembakan Prajurit
Dok. Instagram Kodam II/Sriwijaya
  • Pangdam II/Sriwijaya memerintahkan seluruh komandan satuan memperketat pengawasan setelah insiden penembakan antar prajurit TNI di Palembang yang dipicu perselisihan di tempat hiburan malam.
  • Korban bernama Pratu FS dari Denkesyah Palembang tewas ditembak oleh Serda SN dari Yonif Raider 200 Gandus, dan penyelidikan mendalam langsung diperintahkan oleh Pangdam.
  • Denpom Palembang masih menyelidiki kasus dengan memeriksa saksi, rekaman CCTV, serta barang bukti, sementara korban sempat dievakuasi ke RS sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kodam II/Sriwijaya memastikan untuk menindaklanjuti kasus penembakan yang melibatkan sesama prajurit TNI di Palembang. Insiden yang terjadi di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Alamsyah Ratu Prawiranegara itu diduga dipicu perselisihan setelah kedua anggota TNI tersebut saling bersenggolan.

"Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pangdam telah menginstruksikan seluruh Komandan Satuan jajaran Kodam II/Sriwijaya melaksanakan pengawasan dan pengendalian di satuannya secara optimal," ungkap Kapendam II Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, Sabtu (16/5/2026).

1. Korban dan pelaku berasal dari kesatuan berbeda

Dok. Instagram Kodam II/Sriwijaya

Yordania mengakui salah satu anggota TNI yakni, Pratu FS (23) tewas dalam penembakan yang terjadi dini hari tadi. FS merupakan personel yang bertugas di kesatuan Detasemen Kesatuan Wilayah (Denkesyah) Palembang, sedangkan pelaku merupakan anggota Batalyon Raider 200 Gandus berinisial Serda SN.

"Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam dan Danpomdam untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran," jelasnya.

2. Denpom masih lakukan penyelidikan

Kodam II Sriwijaya (Dok: Kodam II Sriwijaya)

Yordania menambahkan, Denpom Palembang masih menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian, menelusuri rekaman CCTV, melakukan autopsi terhadap jenazah korban, serta mengumpulkan barang bukti. Penyidik juga mendalami isi telepon genggam para saksi dan berkoordinasi dengan Polda Sumsel.

"Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan nanti," jelasnya.

3. Korban sempat dievakuasi ke RS terdekat

ilustrasi penembakan (unsplash.com/nampoh)

Diberitakan sebelumnya, Polsek Ilir Barat I Palembang melakukan oleh TKP di lokasi penembakan sesama anggota TNI di tempat hiburan malam. Keduanya diduga terlibat perselisihan usai saling bersenggolan saat berada di kafe tersebut.

Korban yang saat itu masih dalam keadaan hidup segera dievakuasi ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.30 WIB setelah sempat menjalani penanganan.

Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Ilir Barat I langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi turut memeriksa sejumlah saksi dan memasang garis polisi di area tempat hiburan malam guna kepentingan penyelidikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal serta rekaman CCTV di lokasi kejadian, korban tampak tersungkur usai terkena tembakan sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke instalasi forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani visum serta pemeriksaan lebih lanjut.

Editorial Team