Ilustrasi tikus pembawa hantavirus. (pexels.com/Emma Benitez)
Berdasarkan mekanisme penyebaran, hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan oleh tikus dan celurut melalui urine, feses, dan air liur. Manusia kata Yudhi, dapat tertular apabila menghirup debu yang telah terkontaminasi.
"Seseorang bisa terkena (positif hantavirus) jika dia terkontaminasi dengan cairan tubuh hewan pengerat tikus yang dimaksud," kata dia.
Secara medis, ada dua jenis manifestasi klinis yang perlu diwaspadai, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang menyerang pernapasan dengan gejala sesak napas akut.
Serta, Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang fungsi ginjal dengan gejala demam dan mata kuning.