Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Sementara kata Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, aksi vandalisme menjadi salah satu tantangan berat pemerintah kota dalam mencegah dan mengantisipasi peristiwa terulang. Sebab jelas dia, fenomena vandalisme bukan hanya jadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan juga bentuk menjaga lingkungan bersama masyarakat.
"Selain penegakan hukum, diperlukan juga kesadaran kolektif. Ini supaya fasilitas publik dan karya seni di Palembang terjaga," kata Dewa.
Ia pun menyayangkan, akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab kini karya seni yang sebelumnya tertata rapi dan memiliki nilai artistik menjadi rusak dan tidak lagi menunjukkan keindahan serta estetika kota.
"Fasilitas mural ini dibangun dengan anggaran dan upaya bersama seharusnya dijaga, bukan dirusak," ujarnya.
Menurut dia, mural bukan sekadar hiasan, tetapi bagian dari upaya mempercantik kota dan menciptakan ruang publik nyaman bagi masyarakat. Dirinya pun mengimbau warga, khususnya generasi muda untuk menyalurkan kreativitas positif.
Pemkot Palembang, lanjut Dewa, akan meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan vandalisme terjadi serta mempertimbangkan langkah tegas terhadap para pelaku melibatkan sejumlah aparat.