Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
MUI Sumsel Ingatkan Pemerintah Indonesia soal Konflik di Asia Barat
ilustrasi Iran vs Israel (IDN Times/Besse Fadhilah)
  • MUI Sumsel menyerukan pemerintah Indonesia agar lebih tegas dan aktif menjaga stabilitas serta perdamaian global di tengah meningkatnya konflik Asia Barat.
  • Organisasi ini menilai eskalasi konflik berpotensi memengaruhi geopolitik dan ekonomi dunia, sehingga diplomasi damai perlu diperkuat di forum internasional.
  • MUI Sumsel juga meminta evaluasi keterlibatan Indonesia dalam forum internasional yang tidak sejalan dengan perdamaian serta perlindungan maksimal bagi WNI di Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Peningkatan eskalasi konflik di kawasan Asia Barat mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Selatan menyampaikan sikap resmi. Organisasi tersebut meminta pemerintah Indonesia mengambil peran yang lebih tegas dan aktif dalam menjaga stabilitas serta perdamaian global.

"Kita punya amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia. Jangan sampai hanya menjadi penonton ketika situasi global semakin memanas," ungkap Sekretaris MUI Sumsel, Kyai Mahmudin, Selasa (3/3/2026).

1. Indonesia diminta siapkan solusi

MUI Sumsel menilai situasi yang kian memanas berpotensi memicu dampak luas, tidak hanya bagi negara yang terlibat langsung, tetapi juga kondisi geopolitik dan ekonomi dunia. Karena itu, dirinya mendorong pemerintah untuk memperkuat diplomasi dan menyuarakan upaya perdamaian di forum internasional.

"Indonesia harus hadir sebagai bagian dari solusi," jelasnya.

2. Sikap Amerika Serikat dinilai lemahkan kepercayaan terhadap BOP

Presiden AS Donald Trump saat mengumumkan BoP di WEF 2026, Davos, Kamis 22 Januari 2026. (IDN Times/Uni Lubis)

Komitmen perdamaian lewat Board of Peace (BOP) menurut MUI Sumsel harus diupayakan bersama sehingga tidak menimbulkan keraguan bagi banyak pihak. Upaya Amerika Serikat menggunakan pendekatan agresi militer dinilai berpotensi memperlemah kepercayaan global.

"Kita ingin dunia damai, dan itu harus dimulai dari sikap tegas terhadap segala bentuk agresi," jelas dia.

3. Prioritaskan perlindungan warga Indonesia di Asia Barat

ilustrasi demonstrasi anti perang (pexels.com/Mathias Reding)

MUI Sumsel juga meminta pemerintah Indonesia segera mengevaluasi keterlibatan dalam forum internasional yang dinilai tidak sejalan dengan upaya perdamaian. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki tanggung jawab moral dan posisi strategis untuk menjalankan politik luar negeri bebas aktif secara konsisten.

"Pemerintah juga harus memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia di Timur Tengah, termasuk jemaah umrah, serta menyiapkan langkah mitigasi apabila situasi semakin tidak kondusif," jelas dia.

Editorial Team