Perantau dari Indralaya, Sumsel yang bekerja di Jakarta (Dok. IDN Times)
Rizka, salah satu nakes dan perantau dari Indralaya, Sumatra Selatan, sengaja berburu tiket maskapai sejak sebelum bulan puasa. Katanya, hal tersebut dilakukan demi mendapatkan ketenangan hati untuk bisa pulang kampung dengan biaya terjangkau.
Apalagi, jelas dia, mudik perjalanan Jakarta-Palembang menggunakan pesawat butuh uang cukup banyak. Tak hanya demi menyiapkan dana untuk tiket pulang-pergi, berbagai keperluan dan oleh-oleh pun penting dipersiapkan sebelum pulang ke rumah.
Ia bercerita, tips penting 'war' tiket harga terjangkau dengan fasilitas aman serta nyaman utamanya adalah mengatur waktu. Kata Rizka, ia selalu memantau harga maskapai lewat platform online setiap waktu tanpa terlewat.
"Bahkan sebelum Ramadan, saya sudah menentukan jadwal libur dan mulai ngebandingin harga (tiket). Saya ngecek (harga) biasanya 1-2 minggu sebelum bulan puasa. Ngecek di pagi hari bener atau tengah malem, jangan weekend tapi cek di weekday. Rutin, alhamdulillah dapet tanggal di H-2 Lebaran dan harga agak murah. Saya PP pakai pesawat," jelasnya.
Rizka menyampaikan bahwa selain menggunakan transportasi udara dari Jakarta menuju Palembang, dia juga harus menyiapkan biaya jalan darat dari Palembang menuju Indralaya, kabupaten di Sumsel dengan jarak tempuh 1-2 jam dari Kota Palembang.
"Sampai di bandara (Palembang), saya harus naik LRT lagi, setop di Terminal Jembatan Ampera, terus lanjut naik mobil, naik taksi, ke rumah (Indralaya). Kira-kira kalau semua lancar, total dari bandara Jakarta itu sampai (ke rumah) 3 jam-an. Alhamdulillah, atmosfer tahun ini (mudik) istimewa. Kalian yang mau mudik jangan lupa jaga kesehatan, selamat Lebaran ya," kata Rizka.