Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Meski Tertekan, Mobil Diesel Tetap Vital untuk Tambang dan Perkebunan
Mobil dengan mesin Diesel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat mobil diesel kini lebih dipilih untuk kebutuhan kerja, bukan lagi simbol gaya atau prestise di kalangan pengguna perkotaan.
  • Mobil diesel tetap diminati di sektor perkebunan, pertambangan, dan logistik karena torsi besar, ketangguhan mesin, serta efisiensi jarak jauh yang sulit tergantikan.
  • Pasar mobil diesel diperkirakan mengecil dan mengerucut pada konsumen loyal dengan kebutuhan spesifik, terutama untuk operasional kerja dibanding penggunaan harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertadex dan Dexlite mengubah pasar otomotif khususnya diesel. Jika sebelumnya kendaraan diesel dilirik karena kesan gagah dan prestisius, kini perannya perlahan menjadi kendaraan berbasis kebutuhan.

Salah satu pelaku usaha jual beli mobil yang ditemui IDN Times di Palembang, M. Luqmanul Hakim, mengatakan konsumen lebih selektif dalam memilih mobil diesel bukan untuk kendaraan harian melainkan kebutuhan kerja.

"Sekarang mobil diesel bukan lagi soal gaya. Lebuh ke kebutuhan. Yang beli biasaya memang karena dipakai kerja untuk perkebunan dan tambang," ungkap M. Luqmanul Hakim, kepada IDN Times, Rabu (29/4/2026).

1. Mobil diesel dikenal irit dan bandel

Mobil dengan mesin Diesel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Luqman menyebut, mobil diesel selama ini dikenal irit, tangguh, dan ideal untuk perjalanan jauh. Namun, kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat keunggulan itu kini mulai dipertimbangkan ulang, terutama oleh konsumen di perkotaan.

"Pada umumnya konsumen mobil diesel tidak terlalu mempermasalahkan konsumsi BBM, karena mobil diesel dikenal irit, awet, dan bandel," jelasnya.

Pengguna yang sebelumnya memilih diesel untuk penggunaan harian kini mulai beralih ke kendaraan yang dianggap lebih ekonomis. Terlebih, mobil diesel keluaran terbaru umumnya tidak lagi bisa menggunakan BBM subsidi, sehingga biaya operasional meningkat signifikan.

"Ke depan, jika harga BBM terus naik, konsumen diesel akan semakin terpecah. Ada yang tetap menggunakan diesel karena kebutuhan operasional tinggi, dan ada juga yang beralih ke jenis kendaraan lain," jelasnya.

2. Diesel masih jadi pilihan untuk perkebunan dan tambang

Mobil dengan mesin Diesel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Meski begitu, pasar mobil diesel tidak sepenuhnya melemah. Kendaraan ini justru tetap kuat di segmen tertentu, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan kerja seperti sektor perkebunan, pertambangan, hingga logistik.

Di sektor tersebut, keunggulan diesel masih sulit tergantikan. Torsi besar, daya tahan mesin, serta efisiensi untuk perjalanan jarak jauh membuatnya tetap menjadi pilihan utama.

"Keunggulan diesel ada pada torsi yang besar, ketangguhan untuk pekerjaan berat, serta efisiensi untuk perjalanan jarak jauh. Mobil diesel juga lebih fungsional dan memiliki kesan gagah, bukan sekadar gaya," jelasnya.

Hal ini membuat pasar diesel menjadi lebih spesifik. Konsumennya cenderung datang dari kalangan yang benar-benar membutuhkan performa kendaraan, bukan sekadar pertimbangan gaya.

"Untuk unit diesel kelas menengah ke atas atau prestisius seperti Land Cruiser, Palisade, Santa Fe, Pajero, dan Fortuner, minatnya bisa menurun jika biaya operasional terus meningkat," jelasnya.

3. Pasar diesel diperkirakan akan mengecil

Pelaku usaha mobil bekas Luksgarage di Palembang, M. Luqmanul Hakim (IDN Times/Rangga Erfizal)

Perubahan pola konsumen ini berdampak pada struktur pasar. Mobil diesel kini tidak lagi menjadi kendaraan serba bisa untuk semua kalangan, melainkan mengerucut pada segmen tertentu.

Sebagai penjual mobil diesel Luqman melihat, ke depan pasar diesel kemungkinan akan mengecil, namun diisi oleh konsumen yang lebih loyal dan memiliki kebutuhan jelas.

"Pasarnya tetap ada, tapi lebih spesifik. Biasanya untuk kerja atau kebutuhan tertentu, bukan lagi untuk pembeli pertama," jelasnya.

Editorial Team