Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi MBG
ilustrasi MBG (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Intinya sih...

  • Penyesuaian menu MBG untuk mencegah inflasi pangan di Sumsel dengan membatasi frekuensi penyajian protein hewani.

  • Penyesuaian menu sudah berdasarkan kesepakatan BGN dan perlu peningkatan jumlah dapur umum untuk mendukung program MBG.

  • Pemerintah daerah diharapkan menambah jumlah dapur umum pada tahun 2026, namun penambahan tersebut juga berpotensi meningkatkan permintaan komoditas pangan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kebutuhan protein hewani dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) bakal dibatasi. Pembatasan itu merupakan penyesuaian ulang jadwal pembagian menu ayam potong ras, telur ayam dan daging sapi. Hal itu dilakukan untuk mencegah nilai inflasi di Sumatra Selatan.

"Frekuensi penyajian protein hewani diatur ulang, daging sapi hanya akan disajikan satu kali seminggu," ujar Statistisi Ahli Madya Statistik Distribusi BPS Sumsel, Tituk Indrawati, Kamis (5/2/2026).

1. Ayam dan telur dalam menu MBG dibagikan hanya 2 kali seminggu

Dok. Situasi Dapur MBG

Dia menegaskan, penyesuaian menu pada 2026 sebagai upaya pemerintah mencegah terjadinya inflasi pangan. Apalagi karena permintaan tinggi akibat MBG harga ayam dan telur kian melonjak sehingga inflasi daerah tak mampu ditekan.

"Jadi, ayam dan telur akan disajikan dua kali seminggu dan ikan satu kali seminggu," kata dia.

2. Jumlah SPPG di Sumsel belum memenuhi target

Aktivitas di salah satu dapur MBG Palembang (Dok. Kominfo Palembang)

Penyesuaian menu MBG, lanjut Tutik, sudah berdasarkan kesepakatan Badan Gizi Nasional (BGN) dan telah diinstrusikan ke setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di masing-masing daerah.

Namun kata dia, selain fokus penyesuaian menu MBG di SPPG terkait, pemerintah juga penting menyoroti kelayakan SPPG daerah yang wajib memiliki sertifikat layak pangan.

"Saat ini jumlah SPPG di Sumsel masih belum memenuhi target. Dari kebutuhan sekitar 800-an dapur umum, baru tersedia sekitar 500-an," jelasnya.

3. Penambahan dapur baru juga potensi timbulkan tantangan

Dapur MBG Kelapa Lima Kota Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula

Tutik berharap, pemerintah daerah bisa lebih cepat menambah jumlah dapur umum pada tahun 2026 untuk bisa mengejar target. Sebab katanya, bila dapur umum sudah sesuai target, mampu mendorong keberhasilan program MBG lebih baik.

Tetapi lanjutnya, jika dapur umum bertambah tentu akan ada tantangan baru. Yakni dengan adanya penambahan dapur berpotensi meningkatkan permintaan komoditas pangan, terutama ayam potong ras dan telur ayam ras.

"Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga di pasaran dan memicu inflasi," jelas dia.

Editorial Team