Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menilik Peluang Baru Tenun Serat Nanas jadi Produk Lokal Sumsel
Proses pembuatan kain dari tenun serat nanas (Dok. Pertagas)
  • Tenun serat nanas menjadi produk lokal baru Sumatra Selatan, memberi peluang penghasilan dan pengembangan keterampilan produktif bagi kelompok perempuan Desa Lubuk Karet.

  • Pertamina Gas memfasilitasi benchmarking program CSR Pina Lestari di Koperasi Miwa, Prabumulih, untuk mereplikasi praktik pemberdayaan yang telah mandiri di wilayah lain.

  • Selama empat hari, peserta mempelajari penggunaan ATBM, menenun serat daun nanas, dan perawatan alat agar dapat mengembangkan potensi sumber daya lokal secara mandiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
20–23 September 2026

Kelompok perempuan Desa Lubuk Karet mengikuti benchmarking di Koperasi Miwa, Prabumulih. Mereka mempelajari penggunaan ATBM, menenun serat daun nanas, dan perawatan alat.

Rabu (30/9/2026)

Pertamina Gas menyatakan pemanfaatan serat daun nanas menjadi kain membuka ruang bagi perempuan desa untuk mengembangkan keterampilan produktif dan sumber penghasilan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kelompok perempuan Desa Lubuk Karet mengikuti pelatihan menenun serat daun nanas menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin untuk mengembangkan produk lokal dan keterampilan produktif.
  • Who?
    Kelompok perempuan Desa Lubuk Karet, Pertamina Gas OCSA, Ketua PKK Nurul Azmi, Kepala Desa Ali Azwan, Ketua Koperasi Miwa Agus Zali, dan pelatih ATBM Weniria terlibat.
  • Where?
    Pelatihan berlangsung di Koperasi Miwa, Prabumulih, dengan peserta berasal dari Desa Lubuk Karet di Sumatra Selatan.
  • When?
    Kegiatan benchmarking dan pelatihan dilaksanakan selama 20–23 September 2026. Keterangan mengenai kegiatan disampaikan pada Rabu, 30 September 2026.
  • Why?
    Pertamina Gas memperluas manfaat program pemberdayaan dengan mereplikasi praktik pengolahan serat daun nanas agar dapat dikembangkan sesuai potensi masyarakat setempat.
  • How?
    Peserta mempelajari pengenalan ATBM, praktik menenun serat daun nanas, serta penanganan masalah sederhana melalui benchmarking program CSR Pina Lestari yang difasilitasi Pertamina Gas OCSA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perempuan di Desa Lubuk Karet belajar membuat kain dari daun nanas. Mereka memakai alat tenun bukan mesin di Koperasi Miwa, Prabumulih. Pertamina Gas membantu pelatihan selama empat hari. Mereka belajar memakai dan merawat alat tenun. Kain serat nanas sekarang bisa jadi produk lokal dan membantu warga mendapat uang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengolahan serat daun nanas melalui ATBM memperlihatkan bagaimana sumber daya lokal dapat menjadi ruang belajar dan penghasilan bagi perempuan Desa Lubuk Karet. Pelatihan yang mencakup penggunaan, perawatan, hingga penanganan sederhana alat tenun memberi bekal praktis, sementara pertukaran pengalaman dengan Koperasi Miwa memperluas wawasan untuk mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Tenun serat nanas kini jadi bagian baru dari produk lokal Sumatra Selatan. Tenun serat nanas yang merupakan hasil karya kelompok perempuan Desa Lubuk Karet berhasil menjadi sumber penghasilan masyarakat di wilayah sekitar.

"Pemanfaatan serat daun nanas menjadi kain juga membuka ruang bagi perempuan desa untuk mengembangkan keterampilan produktif," ujar External Relation Operation West Region II Pertamina Gas, Maulana Rizky Wijaya dalam keterangan rilis yang diterima, Rabu (30/9/2026).

1. Pertamina Gas OCSA fasilitasi pelatihan tenun serat nanas

Kegiatan belajar tenun serat nanas (Dok. Pertagas)

Diolah dari daun nanas, kelompok perempuan desa tersebut belajar membuat kain menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Di sana, kegiatan belajar dilakukan lewat program benchmarking yang difasilitasi oleh Pertamina Gas Operation Central Sumatera Area (OCSA).

Berlangsung di Koperasi Miwa, Prabumulih, pada 20–23 September 2026, kegiatan OCSA tak hanya mengenalkan tenun serat nanas, melainkan juga kegiatan pelatihan baru dan edukasi tentang proses replikasi program pemberdayaan CSR Pina Lestari yang telah berkembang dan berjalan secara mandiri di wilayah lain Pertamina Gas.

"Melalui pendekatan ini, Pertamina Gas ingin memastikan praktik baik yang telah memberikan manfaat di satu wilayah tidak berhenti di sana, tetapi dapat dipelajari, dikembangkan, dan disesuaikan dengan potensi masyarakat di wilayah lainnya," jelas dia.

2. Pertamina Gas dorong tenun serat nanas jadi pemberdayaan daerah

ilustrasi tenun kain (unsplash.com/Pew Nguyen)

Maulana mengatakan, replikasi menjadi salah satu pendekatan Pertamina Gas untuk memperluas manfaat program pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin praktik baik yang sudah berkembang dan berjalan secara mandiri di salah satu wilayah binaan Pertamina Gas dapat memberikan manfaat yang lebih luas," kata dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, pengetahuan dan pengalaman tersebut akan terus dibawa ke wilayah lain agar dapat dipelajari dan dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki masyarakat setempat.

3. Kegiatan tenun serat nanas Pertamina Gas buka manfaat baru

Ilustrasi tenun (Antara Foto)

Dirinya menyampaikan, selama empat hari, kelompok perempuan Desa Lubuk Karet mengikuti rangkaian pembelajaran penggunaan ATBM, mulai dari pengenalan alat, praktik menenun serat daun nanas, hingga troubleshooting sederhana.

"Kegiatan ini memberikan bekal bagi peserta untuk mengoperasikan dan merawat ATBM secara mandiri," kata Maulana.

Diketahui, benchmarking Pertamina Gas Operation Central Sumatera Area itu juga turut dihadiri Ketua PKK Desa Lubuk Karet, Nurul Azmi dan Kepala Desa Lubuk Karet, Ali Azwan. Kemudian, proses berbagi pengalaman itu pun melibatkan Ketua Koperasi Miwa, Agus Zali, serta Weniria sebagai pelatih ATBM.

Menurut Ali Azwan, kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi kelompok perempuan di desanya sekaligus membuka wawasan mengenai potensi yang dapat dikembangkan dari sumber daya lokal.

“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak potensi desa yang bisa dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ali.

Curated For You

Editorial Team

Related Article