Perajin songket di Kampung Perigi (Dok. BOW Motret)
Humas dan Publikasi SCB, Rahma Annisa, mengatakan alasan Kampung Perigi menjadi lokasi kegiatan ini karena nilai sejarahnya yang erat dengan Sang Proklamator, Ir. Sukarno. Pada tahun 1942, dalam perjalanan dari pengasingan di Bengkulu, Bung Karno tercatat pernah beristirahat di kediaman Karim Azharie, seorang pedagang kopi di Lorong Tangga Raja, Kampung Perigi.
"Nilai historis lokasi ini juga ditandai dengan kunjungan Presiden Megawati pada tahun 2008 dalam rangka mengenang perjuangan ayahnya," kata Rahma.
Selain aspek sejarah politik, Kampung Perigi dipilih karena kekayaan arsitektur tradisionalnya yang masih terjaga. Di lokasi ini terdapat empat jenis rumah tradisional Palembang yang lengkap, yakni rumah rakit, rumah baghi, rumah limas, dan rumah gudang.
"Beberapa dari bangunan tersebut akan difungsikan sebagai ruang diskusi selama kegiatan berlangsung," kata Rahma.