Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perundungan
Perundungan (Unsplash/La Fabbrica Dei Sogni)

Intinya sih...

  • Mahasiswi PPDS Unsri hampir mengakhiri hidup akibat dugaan perundungan oleh senior.

  • Kasus diselidiki oleh pihak Unsri dan RSUP Mohammad Hoesin Palembang, serta telah dibentuk tim pencegahan dan penanganan bullying.

  • Rektorat Unsri telah membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi untuk membantu proses investigasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial OA hampir mengakhiri hidup, diduga disebabkan menjadi korban dugaan perundungan oleh senior.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Siti Khalimah, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Betul, (OA) bertugas di rumah sakit dan sedang menempuh pendidikan dokter spesialis mata," ujar Siti Khalimah, Kamis (8/1/2026).

1. Kasus perundungan masih dalam proses penyelidikan

ilustrasi perundungan (IDN Times/Novaya)

Siti menjelaskan, kasus yang menimpa OA kini sedang diselidiki oleh pihak Unsri. Karena masalah tersebut terkait berhubungan dengan teknis kemahasiswaan, maka yang melakukan penanganan dan penyelidikan kasus tersebut adalah Fakultas Kedokteran (FK) Unsri.

Diketahui, kasus perundungan yang menimpa mahasiswa PPDS Unsri itu terjadi pada Maret 2025. Sebelumnya, ada kasus dugaan perundungan lain yang menimpa inisial S. Korban menempuh pendidikan program spesialis anestesi dan ditendang di bagian testis oleh dokter YS, yang merupakan konsulennya hingga harus menjalani perawatan. Akibatnya, YS dinonaktifkan sebagai pengajar oleh RSMH Palembang.

2. FK Unsri bentuk tim pencegahan perundungan

ilustrasi perempuan yang mengalami perundungan (pexels.com/@yankrukov)

Siti menjelaskan, untuk mengantisipasi kejadian tersebut terus terulang mereka sudah membentuk tim pencegahan dan penanganan bullying bersama FK Unsri.

"Kami juga ⁠melakukan sosialisasi berkala tentang larangan perilaku bullying. Melakukan penindakan pada pelaku dan perlindungan pada pelapor. Selain itu juga dukungan psikososial pada PPDS untuk meningkatkan resiliensi dan kohesi antar PPDS," jelas dia.

3. Unsri lakukan investigasi

ilustrasi korban dan pelaku perundungan atau bullying (IDN Times/Faisal)

Sementara kata Rektorat Unsri, kampus telah mengambil langkah awal secara institusional terkait perundungan yang menimpa mahasiswi PPDS. Rektor telah menugaskan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk membantu dan berkoordinasi dalam proses investigasi.

"Tahap Klarifikasi telah dilakukan dengan meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk senior dan sejawat yang berada dalam lingkup akademik yang sama," ujar Kepala Kantor Humas dan Protokoler Unsri, Nurly Meilinda dalam keterangan tertulis.

Dia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memahami konteks permasalahan secara menyeluruh dan berimbang. Selain itu, Fakultas Kedokteran juga telah memberikan pendampingan akademik dan non-akademik berupa layanan konseling sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan peserta didik.

Editorial Team