Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Peluncuran SBM Politeknik Pariwisata di Indonesia
Peluncuran SBM Politeknik Pariwisata di Indonesia (Dok: Kementerian Pariwisata)

Intinya sih...

  • Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Seleksi Bersama Masuk (SBM) Politeknik Pariwisata di enam perguruan tinggi yang dikelolanya.

  • Politeknik Pariwisata diharapkan menjadi langkah transformasi pariwisata Indonesia dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing pariwisata.

  • Poltekpar Palembang menjadi pilihan menarik dengan biaya kuliah hanya Rp2 jutaan per semester dan program beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu dan berprestasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menggelar Seleksi Bersama Masuk (SBM) Politeknik Pariwisata tahun 2026 di enam perguruan tinggi yang dikelolanya.

Peluncuran SBM tersebut dilaksanakan secara serentak di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Bali, Makassar, Medan, Palembang, dan Lombok.

"Melalui Politeknik Pariwisata diharapkan menjadi langkah transformasi pariwisata Indonesia dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing pariwisata," ungkap Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Rabu (11/2/2026).

1. SDM Pariwisata diharapkan jadi garda pariwisata masa mendatang

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (Dok: Kementerian Pariwisata)

Widiyanti menjelaskan, daya saing pariwisata ke depan tidak lagi bergantung pada destinasi wisata, melainkan didukung kualitas layanan. Tak sampai di sana, pengalaman wisatawan dan kemampuan industri beradaptasi dengan perubahan global

"Mahasiswa Politeknik Pariwisata merupakan garda terdepan pariwisata Indonesia. Mereka berkontribusi langsung dalam pengembangan sektor ini, serta mengharumkan nama Indonesia di mata dunia," jelas dia.

Menurutnya, industri pariwisata di masa mendatang membutuhkan SDM yang dapat membaca tren, dan memahami kebutuhan industri dan teknologi. Standar keselamatan, kualitas layanan, dan konsistensi, telah menjadi ekspektasi para wisatawan global.

"Dalam konteks ini, Politeknik Pariwisata memegang peran strategis dalam memberikan fondasi pendidikan vokasi yang kuat karena membekali dengan keterampilan terapan dan pemahaman yang komprehensif, agar siap menghadapi tuntutan dunia kerja," jelas dia.

2. Kemenpar dorong pembentukan karakter dan penguatan kompetisi

Peluncuran SBM Politeknik Pariwisata di Indonesia (Dok: Kementerian Pariwisata)

Dirinya berharap, penerimaan mahasiswa baru jalur SBM tahun ini berjalan lancar, dan mewujudkan kontribusi nyata dunia pendidikan terhadap pariwisata Indonesia.

"Mahasiswa Poltekpar dapat mengikuti proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan penguatan kompetensi akan menjadi bekal penting untuk menjawab tuntutan industri pariwisata ke depan," jelas dia.

3. Ada empat jurusan yang dibuka

Peluncuran SBM Politeknik Pariwisata di Indonesia (Dok: Kementerian Pariwisata)

Direktur Poltekpar Palembang, Iwan Riady, mengatakan tahun ini pihaknya hanya menerima 400 mahasiswa. Pendaftaran dilakukan melalui laman sbmpoltekpar.kemenpar.go.id dengan memilih Poltekpar Palembang sebagai lokasi kuliah dan ujian.

Menurutnya, pendaftaran ditutup pada 1 Mei 2026. Terdapat empat program studi yang dibuka, yakni Tata Hidang, Divisi Kamar, dan Seni Kuliner (Diploma III), serta Pengelolaan Konvensi dan Acara (Diploma IV).

"Kita berharap Poltekpar Palembang jadi muara menuju sektor pariwisata yang berkualitas," jelas dia.

Iwan mendorong putra-putri daerah di Sumbagsel berkuliah di Poltekpar Palembang. Selain menjadi satu-satunya kampus vokasi pariwisata milik pemerintah, biaya kuliah di Poltekpar Palembang hanya Rp2 jutaan per semester.

"Biaya kuliah di Poltekpar Palembang tanpa uang pangkal atau uang pembangunan, ya. Hanya itu. Kita juga punya program beasiswa kurang mampu dan beasiswa berprestasi," jelas dia.

Editorial Team