Jemaah calon haji masih terlihat lengang di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Minggu (10/5/2025). (Media Center Haji/Rochmanudin)
DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sumbagsel memperkirakan, ratusan calon jemaah asal Sumsel terancam gagal melaksanakan umrah. Hal ini terjadi karena eskalasi ketegangan di kawasan Semenanjung Arab yang berdampak pada jadwal penerbangan dan kepastian keberangkatan.
"Mayoritas jemaah telah dijadwalkan berangkat setelah Hari Raya Idulfitri. Bahkan, biaya visa dan hotel telah dibayarkan penuh kepada pihak penyedia di Arab Saudi," ungkap Ketua DPD AMPHURI Sumbagsel, Kuswariansyah.
Kuswariansyah menjelaskan, pihaknya sudah mendapat imbauan dari Kementerian Haji dan Umrah untuk menunda keberangkatan karena kondisi yang belum kondusif. Selain itu menunggu kepastian dari penyelenggara umroh di Arab Saudi, khususnya jaminan visa dan akomodasi apabila terjadi penundaan.
"Kami sudah bersurat melalui Kementerian Haji dan Umroh. Saat ini masih menunggu jawaban terkait jaminan visa dan hotel yang sudah dilunasi jika keberangkatan harus ditunda," jelasnya.