Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gubernur Sumsel Herman Deru
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Intinya sih...

  • Gubernur Sumsel Herman Deru meminta tempat makan tutup selama bulan puasa untuk menjaga toleransi umat Islam

  • Tempat hiburan malam diinstruksikan ditutup sementara lewat Surat Edaran pemerintah daerah

  • Masyarakat diminta menyikapi perbedaan awal Ramadan dengan bijak dan menjaga sikap saling menghormati antar umat beragama

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meminta tempat makan yang beroperasi selama bulan puasa untuk menjaga toleransi kepada umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan. Hal ini dapat dilakukan untuk menjaga toleransi dan sikap saling menghormati di antara umat beragama.

"Warung-warung harus tertutup dan tidak terlihat sajiannya, jangan terlihat ke jalan, di mata khalayak umum," ungkap Herman Deru, Rabu (18/2/2026).

1. Tempat hiburan malam diminta ditutup

ilustrasi menu berbuka puasa (freepik.com/freepik)

Berbeda dengan tempat makan, Herman Deru memilih menginstruksikan kepada pemerintah daerah untuk menutup tempat hiburan malam. Keputusan itu diambil lewat Surat Edaran (SE) yang telah dikirim ke kabupaten dan kota untuk segera dilaksanakan.

"Sudah disampaikan surat edaran kepada seluruh bupati/wali kota untuk mengatur jam buka. Dan bahkan jika tidak berkesesuaian THM untuk ditutup sementara," jelas dia.

2. Perbedaan hari puasa minta disikapi dengan bijak

Istirahat dan tidur yang cukup membantu menjaga energi tubuh selama menjalani puasa di bulan Ramadhan. (Unsplash)

Deru juga mengajak masyarakat untuk menyikapi perbedaan awal Ramadan dengan bijak. Sebagian umat, seperti Muhammadiyah, telah memulai puasa lebih dulu, sedangkan pemerintah menetapkan awal Ramadan pada 19 Februari.

"Kita harus saling menghormati, ada yang melaksanakan puasa tanggal 18 ini, ada yang besok. Ini bukan masalah. Terpenting, sesama muslim kita saling menghargai dan menghormati," beber dia.

3. Antar umat beragama diharap saling jaga toleransi

ilustrasi menikmati takjil saat berbuka puasa (pexels.com/Gül Işık)

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap saling menghormati, baik di antara sesama umat Islam maupun antarumat beragama, agar suasana tetap harmonis selama Ramadan.

"Jika ada yang berhalangan (tidak puasa), hormati yang berpuasa. Juga penting toleransi antar agama," jelas dia,

Editorial Team