Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) Banyuasin menuju Tanjung Kalian Muntok, Bangka Barat (IDN Times/Rangga Erfizal)
Saat ini tercatat sebanyak 16 izin kapal diterbitkan untuk melayani angkutan Lebaran. Namun dari jumlah tersebut, hanya 14 kapal yang bisa berpartisipasi karena dua kapal lainnya belum memperoleh jadwal operasional.
Dalam praktiknya, jumlah kapal yang benar-benar beroperasi bahkan lebih sedikit. Keterbatasan fasilitas dermaga membuat hanya 10 kapal yang dapat melayani penyeberangan. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kapasitas angkut dan berpotensi menimbulkan antrean saat puncak arus mudik.
"Jika dermaga bisa dimaksimalkan, kapasitas angkutan tentu lebih optimal. Tapi karena hanya satu pasang dermaga yang bisa digunakan, banyak kapal yang tidak dapat beroperasi penuh," jelas dia.
DPP Gapasdap berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret, baik melalui pengerukan alur maupun penambahan dan optimalisasi dermaga. Perbaikan infrastruktur dinilai krusial untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat antara Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
"Kalau dermaga dan alur pelabuhan diperbaiki, kami yakin kemacetan dan keterlambatan bisa ditekan. Kapal lebih besar bisa beroperasi, membawa lebih banyak penumpang, dan perjalanan masyarakat akan lebih lancar," jelasnya.