Palembang, IDN Times - Berawal dari lapak kecil di Pasar Cinde Palembang, Bumbu Hikmah Fajar kini menembus pasar internasional. Dirintis almarhum H. Askar dan Uni Cinde, usaha bumbu masak ini tumbuh melalui proses panjang, jatuh bangun, hingga berhasil menjual ratusan kemasan per hari dan diminati konsumen di Amerika Serikat serta Australia.
Pada awalnya, H. Askar dan Uni Cinde hanya berjualan kelapa parut. Namun, usaha tersebut berjalan cukup lambat. Melihat pedagang lain di sekitar lapak yang menjual bumbu dan cabai giling, muncul ide untuk mencoba peruntungan baru. Dari keuntungan kecil yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, keduanya akhirnya mampu membeli mesin penggiling cabai.
Langkah itu menjadi titik awal berkembangnya usaha keluarga tersebut. Tidak hanya menjual kelapa parut dan cabai giling, H. Askar dan Uni Cinde mulai meracik serta menjual bumbu masak siap pakai. Berasal dari Bukittinggi, Sumatra Barat, keduanya memiliki bekal pengetahuan dasar dalam meracik bumbu masakan khas Minang.
