Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jasad Bayi Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Sulit Diidentifikasi
identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Kebakaran bus ALS di Muratara menyebabkan korban sulit diidentifikasi karena jaringan tubuh rusak parah, termasuk bayi bernama Bela yang darahnya sudah mengering.
  • Tim DVI meminta keluarga membawa pakaian korban yang belum dicuci sebagai alternatif identifikasi, namun keluarga kesulitan karena barang-barang korban berada di Lampung.
  • Ketua Tim DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidayati menjelaskan proses identifikasi memakan waktu lama akibat kondisi korban terbakar dan meminta keluarga bersabar menunggu hasilnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Terbakarnya bus ALS dalam kecelakaan maut di Musi Rawas Utara (Muratara) membuat para korban sulit diidentifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih belum dapat memastikan identitas para korban lantaran kerusakan jaringan tubuh akibat kebakaran.

"Sudah dilakukan pengambilan sampel, namun untuk keponakan saya, Bela (bayi), masih kesulitan," ungkap Rohma, warga Way Kanan, Lampung, Jumat (8/5/2026).

1. Sampel darah Bela telah mengering

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Rohma menjelaskan, Bela merupakan keponakannya yang tewas dalam insiden bus maut di Muratara. Korban rencananya pergi bersama kedua orang tuanya, Aldi Septiawan (26) dan Rani (24), ke Pekanbaru.

Dari informasi tim DVI diungkapkan, bahwa darah yang menjadi alat pemeriksaan sampel pada korbam Bela tak ditemukan karena sudah mengering. Tim DVI hanya menemukan sampel darah pada ibunya.

"Darah ibunya masih ada, katanya diambil dari kaki kiri dan kanan, tapi darah Bela sudah kering," jelasnya.

2. Pakaian korban jadi alternatif pemeriksaan

Kondisi bus ALS terbakar di Muratara. (Dok. IDN Times)

Pihak keluarga telah diminta oleh tim DVI untuk segera mengumpulkan pakaian korban yang belum dicuci sebagai alternatif untuk identifikasi. Hanya saja, pihak keluarga mengaku kebingungan karena seluruh barang korban berada di Lampung.

"Kami disuruh bawa pakaian bekas Bela yang belum dicuci, tapi bagaimana mau mengambilnya, belum tentu juga ada. Kami sekarang bingung mau apa," bebernya.

3. Tim DVI minta keluarga bersabar

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Ketua Tim DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidayati meminta pihak keluarga untuk bersabar menunggu proses identifikasi selesai. Ia menyebut kondisi para korban yang terbakar membuat proses identifikasi membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.

"Memang kondisi korban kurang menguntungkan, butuh waktu lama. Untuk membedakan bayi atau tidak, nanti dulu," jelasnya.

Editorial Team