Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Proses evakuasi jenazah yang dibawa ambulans Yogyakarta di Jalinsum Mura. (Dok. Polsek BTS Ulu)
Proses evakuasi jenazah yang dibawa ambulans Yogyakarta di Jalinsum Mura. (Dok. Polsek BTS Ulu)

Intinya sih...

  • Ambulans tak berani melintas karena risiko mesin mati

  • Ambulans terjebak di Jalur Lintas Pali-Musi Rawas akibat jalan terendam banjir

  • Evakuasi berhasil dan jenazah kembali dibawa ke rumah duka

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musi Rawas, IDN Times -Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Pali-Musi Rawas (Mura) tepatnya di SP 09 Desa Harapan Makmur terendam banjir dan melumpuhkan sejumlah kendaraan sejak Senin (2/2/2026). Banjir setinggi lutut orang dewasa tersebut bahkan membuat ambulans yang membawa jenazah dari Jogja tak berani melintas karena risiko mesin mati.

Ambulans tersebut membawa jenazah almarhum Hendi bin Mustopa (30), warga Muara Kelingi yang meninggal dunia di Yogyakarta karena sakit. Mengingat jenazah harus segera tiba di rumah duka, personel Polsek BTS Ulu berinisiatif melakukan evakuasi darurat.

1. Ambulans terjebak di Jalur Lintas Pali-Musi Rawas akibat banjir

Proses evakuasi jenazah yang dibawa ambulans Yogyakarta di Jalinsum Mura. (Dok. Polsek BTS Ulu)

Kapolsek BTS Ulu, AKP Fauzan Aziman mengatakan, jenazah tersebut dibawa menggunakan ambulans dari Yogyakarta menuju rumah duka di Kecamatan Muara Kelingi, Musi Rawas. Namun saat di perjalanan, ambulans tersebut terjebak di Jalur Lintas Pali-Musi Rawas akibat jalan terendam banjir.

"Ada 2 titik genangan air atau banjir yang menutup badan jalan, yakni di Jembatan Sungai Cawang dan Sungai Teras Trans HTI Kabupaten Musi Rawas. Ambulans tidak bisa melintasi jalan yang tergenang, karena kedalaman air lumayan tinggi. Kalau dipaksa menyeberang dikhawatirkan mobil akan mati," ujarnya, Selasa (3/2/2026)

2. Evakuasi berhasil dan jenazah dibawa ke rumah duka

Proses evakuasi jenazah yang dibawa ambulans Yogyakarta di Jalinsum Mura. (Dok. Polsek BTS Ulu)

Melihat kondisi tersebut, personel Polsek BTS Ulu langsung berinisiatif membantu mengevakuasi dengan cara menyeberangkan jenazah tersebut dan menghantarkannya ke rumah duka.

"Awalnya jenazah itu kami pindahkan dari ambulans ke mobil lain yang lebih tinggi. Evakuasi berhasil dan jenazah kembali dibawa ke rumah duka," ungkapnya.

Kapolsek mengimbau kepada masyarakat maupun para pengendara yang akan melintas di jalur Musi Rawas–Pali agar tetap berhati-hati.

"Terlebih saat ini memasuki musim penghujan yang menyebabkan jalan licin dan tergenang akibat luapan air. Kami sarankan, jika memungkinkan melintas pada siang hari demi keselamatan," ungkap Kapolsek.

3. Banjir sempat menyebabkan kemacetan

Kondisi Sungai Jernih Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas meluap. (Dok. Polsek BTS Ulu)

Sebelumnya, curah hujan tinggi mengguyur wilayah SP 9 HTI Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura sejak Senin (2/2/2026) menyebabkan debit air Sungai Jernih meningkat signifikan.

Luapan air sungai menggenangi badan jalan dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter atau setara lutut orang dewasa. Genangan air tersebut membuat pengendara, baik roda dua maupun roda empat harus ekstra waspada.

Sejumlah kendaraan terpaksa melambat, bahkan berhenti sementara karena khawatir mogok saat melintasi banjir. Kondisi ini sempat menyebabkan kemacetan dan antrean kendaraan cukup panjang.

Menanggapi situasi tersebut, personel Polsek BTS Ulu Cecar langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas sekaligus membantu pengendara yang melintas di jalur rawan tersebut. Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga mengingatkan pengendara, khususnya kendaraan roda dua dan roda empat agar tidak memaksakan diri melintas apabila debit air terus meningkat.

Editorial Team