Kemacetan di Jalan Tanjung Api-api kilometer 8, Gasing, Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kerusakan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatra di ruas Palembang-Betung disebut telah berlangsung dalam setahun terakhir. Jalan nasional gelombang di sejumlah titik yang dinilai membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, mengatakan ruas Jalintim Sumatra merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemerintah Provinsi Sumsel, kata dia, telah berulang kali mengusulkan perbaikan kepada Direktorat Jenderal Bina Marga.
Menurut Herman Deru, kerusakan jalan diduga dipengaruhi suhu udara panas dan tingginya beban kendaraan yang melintas. "Aspalnya memang tidak berlubang, tetapi bergelombang karena amblas dan menggulung, istilahnya bleeding. Kondisi ini menyebabkan perlambatan kendaraan yang kerap memicu kecelakaan," ujar Deru, Senin (20/10/2025).
Tak hanya kerusakan di Jalintim ruas Palembang-Betung, sejumlah ruas Jalintim Sumatra turut mengalami. Terbaru kerusakan jalan di Musi Rawas Utara (Muratara) diduga menjadi penyebab kecelakaan bus Antar Lintas Sumatra (ALS) yang menyebabkan 19 korban jiwa.
IDN Times berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Selatan terkait, tapi hingga berita ini diterbitkan, Kepala BBPJN Sumsel, Panji Krisna Wardana, belum memberikan tanggapan.