Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jadwal dan Lokasi Pasar Murah Palembang, Sepanjang Mei-Juni 2026
Kabid Stabilisasi & Sarana Distribusi Perdagangan Disdag Palembang, Elsa Noviani (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Dinas Perdagangan Palembang menggelar pasar murah Mei–Juni 2026 untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga jelang serta pasca Idul Adha.
  • Kegiatan berlangsung di lima kecamatan: Gandus, Sukarami, Sako, Alang-Alang Lebar, dan Ilir Timur I dengan komoditas utama beras SPHP dan Minyakita.
  • Harga cabai dan bawang masih naik akibat cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi hortikultura, meski pasokan bahan pokok lain dinilai stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Perdagangan Kota Palembang menggelar pasar murah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Adha serta pasca lebaran pada Mei–Juni 2026.
  • Who?
    Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan Kota Palembang melalui Kepala Bidang Stabilisasi Sarana Distribusi Perdagangan, Elsa Noviani, bekerja sama dengan para pemasok beras SPHP dan Minyakita.
  • Where?
    Pasar murah dipusatkan di lima kecamatan Kota Palembang, yaitu Gandus, Sukarami, Sako, Alang-Alang Lebar, dan Ilir Timur I.
  • When?
    Kegiatan dijadwalkan berlangsung sepekan sebelum Idul Adha pada Mei 2026 dan kembali digelar lima hari berturut-turut pada Juni 2026.
  • Why?
    Tujuan utama kegiatan ini untuk menekan inflasi daerah, menjaga kestabilan harga bahan pokok, serta mengantisipasi kenaikan harga akibat cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi hortikultura.
  • How?
    Pemerintah kota menyediakan beras SPHP dan Minyakita dengan harga terjangkau di lokasi pasar murah setiap hari secara bergiliran di lima kecamatan selama periode pelaksanaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Palembang ada pasar murah lagi dari Dinas Perdagangan. Pasar ini mau buka bulan Mei dan Juni tahun 2026, sebelum dan sesudah Idul Adha. Ibu Elsa bilang pasar murah ada di lima kecamatan, jual beras dan minyak biar harga tidak naik. Sekarang cabai dan bawang masih agak mahal karena cuaca jelek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Dinas Perdagangan Kota Palembang kembali menggelar kegiatan pasar murah untuk menekan angka inflasi. Berdasarkan rencana terbaru, agenda tersebut akan diselenggarakan bulan Mei sepekan sebelum Idul Adha dan pasca lebaran pada Juni 2026.

"Pada minggu depan, dinas perdagangan akan melaksanakan pasar murah menyambut Idul Adha, diselenggarakan tiap hari berturut-turut di empat kecamatan," ujar Kepala Bidang Stabilisasi Sarana Distribusi Perdagangan, Elsa Noviani, Rabu (13/5/2026).

1. Pasar murah digelar antisipasi kenaikan harga jelang Idul Adha

Pasar murah Palembang (Dok. Kominfo Palembang)

Dalam agenda pasar murah, lanjut Elsa, Disdag Palembang berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok jelang hari raya. Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi kenaikan harga komoditas hortikultura serta hambatan distribusi dari produsen ke pasar tradisional.

"Kita akan menjual beras SPHP dan juga Minyakita, bekerja sama dengan para pemasok," jelasnya.

2. Pasar murah Palembang sediakan beras SPHP dan Minyakita

Bulog lakukan pengawasan mutu beras SPHP. (IDN Times/Teri).

Elsa menyampaikan, kegiatan pasar murah bakal dipusatkan di 5 wilayah. Yakni Kecamatan Gandus, Sukarami, Sako, Alang-Alang Lebar dan Ilir Timur I. Dia memastikan, saat pasar murah digelar, pasokan sembako di pasar tetap bisa mencukupi kebutuhan harian masyarakat.

"Pasar murah di 5 kecamatan untuk di bulan ini (Mei). Nanti di Juni, kita adakan lagi 5 hari berturut-turut dengan pasokan yang pasti ada SPHP dan Minyakita," kata dia.

3. Harga cabai dan bawang naik akibat cuaca ekstrem

Ilustrasi pedagang cabai, bawang, dan sembako lainnya. (IDN Times/Yuko Utami)

Sementara dari pantauan Disdag Palembang, kondisi harga sejumlah komoditas di lapangan, masih ada beberapa yang mengalami tren kenaikan, di antaranya komoditas cabai dan bawang. Lonjakan tersebut jelas Elsa, akibat faktor cuaca ekstrem yang kemudian berdampak pada produksi tanaman hortikultura.

“Kalau komoditas langka itu alhamdulillah tidak ada, sudah stabil semua. Tapi memang agak naik (cabai dan bawang). Karena memang kalau tanaman hortikultura, apabila ada hujan ataupun cuaca ekstrem, pasti mengalami dampak, harganya pasti naik," jelasnya.

Editorial Team