Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Inflasi Sumbar Februari 2026 4,39 Persen, Tertinggi di Bukittinggi
Ilustrasi Inflasi (Foto: IDN Times)
  • BPS Sumbar mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 4,39 persen dengan IHK 111,45, naik tipis dibanding Januari yang tercatat 3,92 persen.
  • Kenaikan harga terbesar berasal dari kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan andil 1,95 persen terhadap inflasi.
  • Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, Bukittinggi mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,17 persen, sedangkan Pasaman Barat terendah di angka 3,81 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat mencatat angka inflasi daerah tersebut pada Februari 2026 sebesar 4,39 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,45.

"Inflasi di Sumatra Barat pada Februari 2026 kemarin itu jika dibandingkan pada bulan lalu mengalami peningkatan yang tidak begitu signifikan," kata Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, inflasi yang terjadi di Sumatra Barat pada Februari 2026 lalu diakibatkan oleh beberapa kelompok yang mengalami peningkatan harga.

1. Inflasi Sumbar

ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)

Nurul mengatakan, jika dibandingkan dengan periode Januari, angka inflasi Sumbar mengalami peningkatan kurang lebih 0,47 persen yang berada pada angka 3,92 persen.

"Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu, angka inflasi Sumbar jauh meningkat. Karena pada Februari 2025 Sumbar mengalami deflasi," katanya.

Menurutnya, secara month-to-month inflasi Sumbar berada pada angka 0,30 persen dan secara year-to-date tercatat masih mengalami deflasi sebesar 0,85 persen.

2. Penyebab inflasi di Sumbar

Ilustrasi inflasi (freepik.com)

Nurul mengatakan bahwa angka inflasi di Sumbar tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga pada beberapa kelompok dari 10 kelompok pengeluaran masyarakat.

"Tertinggi itu pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang memberikan andil untuk inflasi Sumbar sebesar 1,95 persen," katanya.

Selain itu, peningkatan juga terjadi pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,94 persen.

"Setelah itu, ada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,82 persen terhadap inflasi Sumbar pada Februari 2026," katanya.

3. Inflasi tertinggi di Kota Bukittinggi

Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)

Nurul mengatakan, dari 19 kabupaten/kota yang ada di Sumatra Barat, tercatat inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi. Sementara, angka inflasi terendah adalah di Kabupaten Pasaman Barat.

"Untuk di Kota Bukittinggi angka inflasinya sebesar 5,17 persen dengan IHK sebesar 111,43," katanya.

Sementara, untuk inflasi terendah yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat menurut Nurul berada pada angka 3,81 persen dengan IHK sebesar 112,90.

Editorial Team