Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi begal.
Ilustrasi begal. (IDN Times/Mardya Shakti)

Intinya sih...

  • Diduga korban dijebak oleh pelaku dan diarahkan ke lokasi yang sepi, menyebabkan korban diserang menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia.

  • Lokasi kejadian memang sepi karena jalan menuju area pemakaman, pembeli berdalih hendak mengambil uang terlebih dahulu ke rumah bibinya.

  • Polisi lakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku, korban sempat melakukan perlawanan hingga mengalami luka bacok di bagian punggung.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ogan Komering Ilir, IDN Times - Didik Firmansyah (23), warga Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tewas setelah menjadi korban begal pada Senin (19/1/2026) sekira pukul 20.00 WIB.

Korban awalnya bermaksud hendak menjual ponselnya dan melakukan transaksi Cash On Delivery (COD) kepada calon pembelinya alias pelaku. Tak disangka, pertemuan tersebut berakhir tragis setelah pelaku membacok korban dan melarikan sepeda motornya.

1. Diduga korban dijebak oleh pelaku dan diarahkan ke lokasi yang sepi

Ilustrasi begal (IDN Times/Mardya Shakti)

Berdasarkan keterangan Sekretaris Desa Sungai Belida, Imam Sayuti, peristiwa itu terjadi di Jalan arah Moncol, Desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI. Korban meninggal dunia usai mengalami luka bacok di bagian punggung.

“Kejadiannya sekitar jam 8 malam di arah Moncol, Senin malam tadi. Pelaku bukan hanya merampas sepeda motor korban tetapi juga melakukan pembacokan,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Sekdes menambahkan, dari keterangan warga diduga korban dijebak oleh pelaku dan diarahkan ke lokasi yang sepi. Di tempat tersebut, korban diserang menggunakan senjata tajam hingga terjatuh dan akhirnya meninggal dunia.

"Awalnya korban bersama seorang rekannya diajak untuk melakukan COD handphone di wilayah Tugu Agung. Namun, pembeli kemudian mengubah lokasi pertemuan ke Desa Sungai Belida, tepatnya di depan gedung MBG milik Pak Sarwanto," terangnya.

2. Lokasi kejadian memang sepi karena jalan menuju area pemakaman

Ilustrasi mayat. (IDN Times)

Setelah bertemu, pembeli berdalih hendak mengambil uang terlebih dahulu ke rumah bibinya. Melihat gelagat mencurigakan dan kondisi lokasi yang sepi, korban dan rekannya berniat meninggalkan tempat dengan alasan hendak membeli bensin karena bahan bakar hampir habis. Namun, pembeli tidak mengizinkan mereka pergi hingga akhirnya terjadi duel satu lawan satu.

"Dalam perkelahian tersebut, korban ditikam di bagian punggung. Korban sempat menyuruh rekannya untuk melarikan diri sebelum akhirnya tumbang. Selanjutnya rekan korban meminta pertolongan kepada warga sekitar dna kebetulan ada seorang warga yang sedang membakar bata," ungkapnya.

Rekan korban mengaku saat kejadian mereka tidak mengetahui bahwa lawan mereka membawa senjata tajam. Hingga akhirnya sepeda motor milik korban dibawa kabur pelaku, sementara ponsel yang hendak dijual tidak hilang.

"Korban selanjutnya dibawa oleh pihak Desa Lubuk Seberuk menggunakan ambulans ke rumah duka. Untuk lokasi kejadian memang sepi, jalan tersebut menuju area pemakaman dan tidak memiliki penerangan,” jelas Imam.

3. Polisi lakukan penyelidikan

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara itu, Kapolsek Lempuing Jaya, Iptu M Hafiz mengatakan, saat ini tim gabungan dari Polres OKI dan Polsek Lempuing Jaya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

“Korban merupakan warga Desa Lubuk Seberuk yang melakukan COD handphone ke Desa Sungai Belida. Mereka diarahkan ke jalan sepi dengan dalih mengambil uang,” ucapnya.

Kapolsek menambahkan, korban yang meninggal dunia sempat melakukan perlawanan hingga mengalami luka bacok di bagian punggung. Sementara rekannya selamat tanpa luka. Ponsel sempat dibuang oleh korban yang selamat, sedangkan sepeda motor korban dirampas pelaku.

"Petugas masih melakukan penyelidikan dan olah TKP. Termasuk memeriksa para saksi saat kejadian," tegasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team