Palembang, IDN Times - Harga sejumlah pangan di Sumatra Selatan konsisten naik sepanjang Ramadan 2026, terutama untuk komoditas utama seperti ayam potong ras, telur ayam, cabai, bawang merah serta bawang putih.
Pantauan IDN Times, harga ayam potong ras konsisten di angka Rp38-42 ribu dari sebelumnya di bawah angka tersebut. Sementara telur ayam berkisar Rp29-30 ribu. Kemudian untuk komoditas cabai bahkan menembus Rp100 ribu per kilogram (kg).
Harga Pangan Sumsel Naik, Gubernur: Karena Cuaca Ekstrem

1. Gubernur: harga sedikit tremor karena ada hujan ekstrem
Menurut Gubernur Sumsel Herman Deru, adanya kenaikan harga pangan disebabkan karena kondisi cuaca yang tak menentu hingga berpengaruh terhadap pasokan yang gagal panen seperti cabai.
"Harga memang sedikit tremor karena ada hujan ekstrem, cuaca ekstrem," katanya usai acara rapat koordinasi inflasi Sumsel, Sabtu (28/2/2026).
2. Inflasi Sumsel masih di bawah nasional
Deru mengklaim, meski permintaan belanja cukup tinggi selama bulan puasa berlangsung, ia menyebut harga pangan di Sumsel masih dalam kondisi stabil jika dibandingkan provinsi lain.
Apalagi kata dia, nilai inflasi Sumsel pada Januari 2026 di angka 33,2 persen. Nilai tersebut masih di bawah nasional sebesar 35,5 persen. "Ini menandakan kestabilan pembelian kebutuhan masyarakat," ujar Deru.
3. Gubernur menilai, masyarakat Sumsel bijak berbelanja saat Ramadan
Dia menyampaikan, dari hasil monitoring Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), sejauh ini masyarakat sudah bijak berbelanja dan tidak terlihat adanya kondisi panic buying saat momen puasa hingga menimbun produk berlebih.
"Tidak ada panik-paniknya, ini menjadi kebanggaan masyarakat sudah sadar berekonomi dan stok," jelas dia.
Lebih lanjut kata Herman Deru, terkait kondisi inflasi daerah ini, sebaiknya para pejabat bisa lebih sering melakukan kegiatan kunjungan ke lapangan. Tujuannya kata Deru, untuk memantau kepastian stok kebutuhan maupun harga di pasaran.