Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Emas Perhiasan Palembang Terkini: Turun Rp100 Ribu Sesuku
ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Airam Dato-on)
  • Harga emas perhiasan di Palembang turun Rp100 ribu per suku menjadi sekitar Rp15 juta, mengikuti penurunan harga emas dunia akibat kondisi ekonomi dan politik global.
  • Perbedaan harga antar toko dipengaruhi kadar emas 22–24 karat serta biaya potong upah yang ditetapkan masing-masing toko perhiasan di Palembang.
  • Fluktuasi harga emas juga dipicu permintaan pasar, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp17 ribu, serta kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga emas perhiasan di Palembang mengalami penurunan sebesar Rp100 ribu per suku atau sekitar 6,7 gram.
  • Who?
    Penurunan harga diamati di sejumlah toko emas seperti Toko Anda Rustam Effendi, Rajamas Lemabang, E-Mi Gold Plaju, dan Laris Palembang; disertai keterangan dari pengamat ekonomi Soekanto Sairuki.
  • Where?
    Perubahan harga terjadi di berbagai toko emas yang berlokasi di Kota Palembang, Sumatra Selatan.
  • When?
    Kondisi ini terpantau pada tanggal 6 April 2026 berdasarkan pemantauan langsung di lapangan.
  • Why?
    Penurunan dipicu oleh turunnya harga jual emas dunia, kondisi ekonomi yang belum stabil, serta pengaruh gejolak politik global dan kebijakan Amerika Serikat.
  • How?
    Tiap toko menetapkan harga berbeda tergantung kadar karat antara 22–24 karat dan biaya potong upah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar juga turut memengaruhi pergerakan harga harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari ini harga emas di Palembang turun banyak, seratus ribu rupiah buat satu suku. Di toko-toko kayak Toko Anda Rustam Effendi dan Rajamas Lemabang, harga emasnya jadi sekitar lima belas juta. Katanya harga turun karena ekonomi belum bagus dan dunia lagi ribut. Sekarang orang-orang masih lihat apakah nanti naik lagi atau tidak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan di Palembang kembali mengalami penurunan. Pantauan IDN Times di sejumlah toko, harga emas pada 6 April 2026 turun Rp100 ribu per suku atau setara 6,7 gram.

Harga emas yang melandai terjadi karena harga jual dunia juga turun tipis. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun, penyebab utama masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang belum stabil serta efek gejolak politik global.

1. Kadar emas perhiasan memengaruhi harga

ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/NEXARO STUDIO)

Harga emas perhiasan Palembang di Toko Anda Rustam Effendi terpantau Rp15 juta per suku dari sebelumnya Rp15,1 juta per suku. Harga itu sama dengan nilai jual di Toko Rajamas Lemabang. Sementara di Toko E-Mi Gold Plaju, harga jual di angka Rp15,1 juta per suku dan di Toko Laris Palembang mulai dari Rp15,3 jutaan per suku.

Perlu diketahui, tiap toko emas di Palembang menjual dengan harga yang variatif. Perbedaan harga dipengaruhi oleh kadar kandungan emas mulai dari 22 hingga 24 karat. Kemudian, ada biaya potong upah yang dipatok toko masing-masing.

2. Harga emas bergerak dipengaruhi permintaan pasar

ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Maryam)

Menurut pengamat ekonomi Sumatra Selatan sekaligus dosen di Universitas Sriwijaya, Soekanto Sairuki, selain karena gejolak geopolitik, fluktuasi harga emas perhiasan di pasar dapat dipengaruhi oleh kondisi permintaan pasar.

"Harga emas naik bila permintaan tinggi. Tapi kalaupun harga emas turun, ekonomi daerah tetap bpotensi kena dampak inflasi global," kata dia.

3. Kebijakan AS memengaruhi harga emas

ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Sandy Millar)

Namun, secara umum, penyebab harga emas terus bergerak tiap hari adalah perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta faktor nilai tukar rupiah. Tercatat rupiah kini menyentuh Rp17 ribu untuk satu dolar Amerika Serikat (AS).

Kemudian, tak saja karena faktor kondisi ekonomi Indonesia, naik-turun harga emas perhiasan ikut berdampak terhadap kebijakan yang ditetapkan pemerintah Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Editorial Team