Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi emas perhiasan
ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Zayed Ahmed Zadu)

Intinya sih...

  • Harga emas Palembang turun Rp200 ribu menjadi Rp16,4 juta per suku atau 6,7 gram

  • Penurunan harga terjadi akibat harga emas dunia yang merosot

  • Fluktuasi harga emas dipengaruhi permintaan pasar dan ekonomi dunia yang tidak stabil

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan Palembang 11 Februari 2026 turun Rp200 ribu menjadi Rp16,4 juta per suku atau 6,7 gram. Harga tersebut terpantau di Toko Laris Jalan Rustam Effendi untuk kadar 22 karat atau 92 persen.

Penurunan harga tersebut terjadi usai harga emas dunia melandai tipis. Bahkan pantauan IDN Times, akibat harga global yang merosot, pergerakan harga emas di Palembang mengalami penurunan hingga sejuta sesuku m pada emas perhiasan dalam sepekan.

1. Permintaan jadi salah satu faktor pergerakan harga emas

ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Sandy Millar)

Diketahui pada akhir Januari 2026, harga emas dunia naik signifikan dan terjadi serentak terhadap emas batangan dan perhiasan. Bahkan harga emas perhiasan tembus Rp17 jutaan sesuku.

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) Soekanto Sairuki, fluktuasi dan kestabilan harga emas perhiasan dipengaruhi permintaan pasar. Sedangkan saat emas turun usai harga melejit jadi momen keuntungan atau profit taking.

2. Harga emas menunjukkan kondisi ekonomi wilayah

ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Gabriella S)

Sementara kata pengamat ekonomi Sumatra Selatan sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu, apabila harga emas mendadak melandai setelah kenaikan signfikan, disebabkan ekonomi dunia tak stabil.

"Ekonomi sekarang tidak ada kepastian, sehingga harga tidak terprediksi," ujar dia.

3. Emas diyakini alat investasi paling aman

ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/NEXARO STUDIO)

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumatra Selatan Bambang Pramono menyampaikan, bila ada kenaikan harga emas konsisten, sebenarnya daerah tersebut berdampak pada kondisi core inflasi atau inflasi inti.

"Emas adalah alat investasi, ketika emas harga naik, pasti orang akan rasional dan akan mengalihkan investasi (investasi emas)," ujarnya,

Dia mengatakan, apabila investor sudah memilih dan beralih investasi ke emas, secara tidak langsung akan berdampak dan keterkaitan dengan nilai rupiah serta berimbas pada suku bunga tinggi.

Editorial Team