Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi fogging. ANTARA FOTO/Reno Esnir
Ilustrasi fogging. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Intinya sih...

  • Program fogging kurang efektif dalam menekan penyebaran DBD karena lebih untuk membunuh nyamuk dewasa, sementara penanggulangan harus dimulai dari mencegah jentik nyamuk berkembang.

  • Penggunaan fogging secara berlebihan dapat membuat nyamuk menjadi kebal terhadap zat kimia, sehingga pencegahan dan program 3M di lingkungan sekitar lebih penting daripada fogging.

  • Meskipun efektivitas program fogging masih terbilang kurang ampuh, dinas kesehatan tetap menjalankan program layanan fogging gratis di tiap wilayah Palembang dengan masyarakat yang aktif melaporkan kasus DBD.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Program fogging atau metode pengendalian vektor penyakit (nyamuk) dengan cara menyemprotkan insektisida berbentuk kabut atau asap halus (aerosol) untuk mengatasi penyebaran penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) ternyata kurang efektif.

"Fogging lebih untuk membunuh nyamuk dewasa secara luas dan tidak efektif memberantas jentik," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang Yudhi Setiawan, Senin (26/1/2026).

1. Program 3M merupakan cara awal cegah perkembangan jentik nyamuk

Fogging di lingkungan rumah (freepik.com/jcomp)

Sementara untuk menekan kasus penyebaran penyakit DBD penanggulangan harus efektif dimulai dari mencegah jentik nyamuk berkembang. Salah satu mengatasi agar jentik nyamuk mati adalah dengan komitmen menerapkan program 3M di lingkungan sekitar.

Program 3M meliputi cara benar menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang-barang yang berpotensi jadi tempat kembang biak nyamuk aedes aegepty.

"Penggunaan fogging secara berlebihan, berisiko membuat nyamuk menjadi kebal terhadap zat kimia. Kalau terlalu sering di-fogging, nyamuk bisa menyesuaikan diri dan tidak mati. Jadi paling penting tetap pencegahan. Selain fogging abate (insektisida) yang dibagikan untuk warga membantu pengendalian DBD," jelasnya.

2. Kasus DBD di Palembang tercatat sudah di angka 48 orang

Petugas Puskesmas lakukan fogging. (IDN Times/Riyanto)

Meski secara efektivitas program fogging masih terbilang kurang ampu menekan kasus DBD. Tetapi dinas kesehatan tetap menjalankan program layanan fogging gratis di tiap wilayah.

"Kalau untuk kasus saat ini demam berdarah di Palembang sudah 48 kasus," kata dia.

3. Masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan fogging gratis

Ilustrasi fogging (pexels.com/Garda Pest Control Indonesia)

Yudhi menyampaikan, layanan program fogging gratis masih berjalan karena masyarakat masih akrif melaporkan kasus DBD. Sebab layanan tersebut dilakukan jika warga melapor. Apabila dinas kesehatan mendapatkan laporan dan permintaan layanan fogging, maka petugas otomatis langsung memeriksa lingkungan terkait.

"Kalau ditemukan jentik nyamuk di sekitar 20 rumah warga, baru dilakukan fogging dan tidak bayar," jelasnya.

Sementara bagi yang ingin mendapatkan layanan fogging, masyarakat bisa langsung menghubungi nomor telepon 0838-2307-0254.

Editorial Team