Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fakta Baru Kematian Dokter Myta Aprilia, Alumni Unsri-Magang di Jambi
Pemakaman dr Myta Aprilia Azmy (Dok: Keluarga)
  • dr. Myta, peserta magang di RS KH Daud Arif Jambi dan alumni FK Unsri, meninggal dunia diduga akibat kelelahan saat menjalani tugas dalam kondisi kurang sehat.

  • Penyebab pasti kematian belum terkonfirmasi secara medis, meski sempat diduga infeksi paru-paru; keluarga menyebut kondisi almarhumah memburuk mendadak sebelum wafat pada 1 Mei 2026.

  • Kemenkes membentuk tim investigasi lintas unsur untuk menelusuri dugaan pemaksaan kerja dan perundungan selama magang, setelah laporan resmi diajukan oleh Ikatan Alumni FK Unsri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Agustus 2025

Dokter Myta Aprilia Azmy mulai menjalani program internsip di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

1 Mei 2026

Dokter Myta Aprilia Azmy meninggal dunia setelah dirawat di RSMH Palembang akibat kondisi kesehatan yang menurun cepat. Jenazahnya dimakamkan di TPU Rengas, OKU Selatan.

2 Mei 2026

Kementerian Kesehatan melalui Biro Komunikasi dan Informasi Publik merilis pernyataan resmi dan mengirim tim investigasi untuk mengungkap penyebab kematian Dokter Myta Aprilia Azmy.

kini

Kasus kematian Dokter Myta Aprilia Azmy masih diselidiki oleh Kementerian Kesehatan dengan dugaan pemaksaan kerja dan perundungan selama masa magang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kematian Dokter Myta Aprilia Azmy, peserta program magang kedokteran di Jambi, yang menimbulkan dugaan adanya paksaan kerja dan perundungan di lingkungan rumah sakit tempatnya bertugas.
  • Who?
    Dokter Myta Aprilia Azmy, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya; keluarga almarhumah; Kementerian Kesehatan; serta Ikatan Keluarga Alumni FK Unsri yang melaporkan dugaan perundungan.
  • Where?
    Peristiwa terjadi saat almarhumah menjalani magang di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Ia kemudian dirawat dan meninggal di RSMH Palembang.
  • When?
    Dokter Myta Aprilia Azmy meninggal dunia pada 1 Mei 2026 setelah menjalani perawatan intensif. Program magangnya dimulai Agustus 2025 dan dijadwalkan berakhir Agustus 2026.
  • Why?
    Penyebab kematian belum diketahui pasti. Ada dugaan kelelahan akibat paksaan kerja dalam kondisi sakit serta kemungkinan perundungan di tempat magang yang kini sedang diselidiki lebih lanjut.
  • How?
    Kemenkes telah mengirim tim investigasi gabungan dari Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM K
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dokter Myta Aprilia kerja magang di rumah sakit di Jambi. Dia sakit tapi masih kerja, lalu jadi makin lemah dan meninggal. Keluarganya sedih sekali. Katanya dia capek dan mungkin ada yang tidak baik di tempat kerjanya. Sekarang orang-orang dari Kementerian lagi cari tahu kenapa dia bisa meninggal begitu cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kasus kematian Dokter Myta Aprilia Azmy masih jadi sorotan publik. Almarhumah yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) itu meninggal dunia usai adanya dugaan paksaan kerja praktik dan jaga di rumah sakit saat dirinya dalam kondisi kurang sehat.

Diketahui, dr. Myta wafat di Jambi saat menjalani program magang di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dia tercatat mengikuti internsip sejak Agustus 2025 dan dijadwalkan selesai Agustus 2026. Belum selesai dalam tugas, dr. Myta dinyatakan wafat dalam kondisi kelelahan.

1. Jenazah Dokter Myta Aprilia Azmy dimakamkan di TPU Rengas OKU Selatan

Pemakaman dr Myta Aprilia Azmy (Dok: Keluarga)

Berdasarkan informasi yang diterima, ada sejumlah fakta baru dari kasus kematian dr. Myta. Sebelumnya almarumah meninggal dunia pada 1 Mei 2026 setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Ketika menerima pengobatan di ruang intensif, kondisi almarhumah menurun dengan cepat.

Menurut keterangan dari keluarga, keadaan dr. Myta memburuk secara mendadak sejak sakit. Penyebab kematiannya pun belum diketahui pasti. Semula almarhumah dinyatakan mengalami dugaan infeksi paru-paru. Tetapi secara hasil medis, dugaan penyakit itu belum terkonfirmasi resmi.

"Jenazah telah dimakamkan di TPU Rengas, OKU Selatan," ujar salah satu perwakilan keluarga, dr. Pebri Mahardika.

2. Dokter Myta Aprilia Azmy merupakan tumpuan keluarga

Pemakaman dr Myta Aprilia Azmy (Dok: Keluarga)

Meski sudah beberapa hari sejak kematiannya, penyebab almarhumah meninggal dunia masih ditelusuri lebih lanjut. Kabar kematian dr. Myta yang terbilang mendadak pun masih jadi pukulan berat bagi rekan sejawat dan keluarganya.

Saat masih aktif menjalani magang, almarhumah dikenal rajin mengikuti semua program internship dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. dr. Myta semasa hidup adalah sosok yang menjadi harapan besar keluarga. Ia diharapkan menyelesaikan masa belajar dan melanjutkan karier sebagai dokter umum.

"Almarhumah ini tumpuan keluarga," kata Pebri.

3. Kemenkes telah mengirimkan tim investigasi terkait dugaan perundungan

Pemakaman dr Myta Aprilia Azmy (Dok: Keluarga)

Pada saat dr. Myta dirawat di RSMH Palembang, kabarnya Menteri Kesehatan hadir di waktu almarhumah dalam kondisi kritis. Kini, kasus tersebut sudah ditindaklanjuti oleh kementerian terkait. Lebih lanjut, informasinya, selain karena dugaan pemaksaan kerja dalam kondisi sakit, ada juga dugaan perundungan di lingkungan rumah sakit magang.

Dugaan kasus perundungan itu pun telah dilaporkan Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Unsri dengan menyampaikan permintaan investigasi resmi terkait penyebab kematian almarhum. Sebab waktu kerja yang diberikan kepada dr. Myta melewati batas.

Sementara dalam pernyataan resmi yang dirilis Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes pada 2 Mei 2026, disampaikan sudah ada sejumlah langkah strategis yang diambil untuk mengungkap fakta di balik kejadian. Saat ini, Kemenkes telah mengirimkan tim investigasi yang terdiri dari berbagai unsur, meliputi Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, serta tim ahli dari profesi kedokteran.

Editorial Team