Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Energi Sinar Surya, Hapus Kekeringan di Desa Pulau Semambu
Energi Sinar Surya Pertamina, Hapus Kekeringan di Desa Pulau Semambu

Palembang, IDN Times - Butuh waktu hampir sejam dari Palembang menuju Desa Pulau Semambu di Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI). Sepanjang perjalanan IDN Times,  suasana yang awalnya ramai hiruk pikuk kendaraan melaju, berganti kondisi tenang di jalan lurus ke arah pedesaan.

Dari arah Seberang Ulu Palembang ke Desa Pulau Semambu, IDN Times menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer. Saat memasuki tugu selamat datang di Indralaya Utara, lahan pertanian potensial mulai terlihat di kedua sisi jalan.

Selain lahan sawah, kawasan pertanian mayoritas tanaman sayuran atau hortikultura. Sebagian warga di Desa Pulau Semambu itu, mengandalkan pengairan lahan dari pengolahan air berbasis energi surya yang diprakarsai Pertamina Patra Niaga.

Kelompok petani memanfaatkan energi surya itu sebagai solusi jangka panjang pertanian berkelanjutan dalam menjaga pasokan air ketika kemarau tanpa kekeringan. Selain itu, mereka juga berharap, teknologi ini memampukan mereka dalam meningkatkan hasil pertanian dan menyejahterakan sekaligus pemberdayaan masyarakat di Desa Pulau Semambu. 

Para petani di Desa Pulau Semambu menerima manfaat lewat Program Pengolahan Air Berbasis Energi Surya

Energi Sinar Surya Pertamina, Hapus Kekeringan di Desa Pulau Semambu

Kepala Dusun V Desa Pulau Semambu sekaligus Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Hawai, Purnadi mengungkap, di Desa Pulau Semambu terbentang 1.200 hektare lahan pertanian dengan tanah gambut.

Tercatat ada sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Desa Pulau Semambu dan sebagian besar berprofesi sebagai petani. 

Dulu, kata Pur, warga di desa itu selalu kekeringan dan kesulitan air bersih setiap kali musim kemarau datang. "Akibatnya, tidak bisa menanam bibit pertanian," kata Purnadi yang biasa disapa Pur.

Selain itu, dia mengaku, petani harus membawa air dari embung yang berjarak 2 kilometer menuju perkampungan warga dan lahan pertanian. Karena kondisi yang berat itu, sejumlah petani di desa tersebut terpaksa beralih profesi menjadi tukang, saat musim kemarau tiba. 

Sejak ada Program Pengolahan Air Berbasis Energi Surya di Desa Energi Berdikari, masyarakat setempat pun kini bisa merasakan manfaatnya, yakni pasokan air bersih meski di musim kemarau.

"Setelah ada teknologi ini (energi surya) kami juga tidak perlu jauh bawa wadah isi air dari embung ke kampung," kata Pur.

Hasil pertanian di Desa Pulau Semambu naik 30 persen sejak ada program Pengolahan Air Berbasis Energi Surya

Energi Sinar Surya Pertamina, Hapus Kekeringan di Desa Pulau Semambu

Dilansir dari rilis Pertamina Patra Niaga, teknologi sistem penyaluran air berbasis energi surya di Desa Pulau Semambu menerapkan Spider Web Irrigation System (SWIS). Inovasi teknologi SWIS ini membangun sistem irigasi memanfaatkan energi surya mengalirkan air dari empat titik strategis menuju lahan pertanian.

Selain pemukiman penduduk dan untuk fasilitas umum, penyaluran air juga memenuhi kebutuhan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 08 Indralaya Utara. Pemanfaatan energi surya itu pun menjadi bukti nyata masyarakat dan Pertamina mengadopsi teknologi pertanian modern.

Tidak saja memenuhi kebutuhan pasokan air, tren modern pertanian di sana makin maju dengan penggunaan pupuk organik dari kompos hewan ternak yang juga diberikan Pertamina untuk Desa Pulau Semambu sekaligus edukasi sosialisasi pemahaman sistem tanam terpadu.

"Kami produksi pupuk alami dari kompos kotoran kambing dicampur sekam padi. Pakai kompos organik mendorong produksi hasil lebih cepat dan membuat tekstur tanah lebih gembur," kata Pur.

Dengan berbagai faktor itu--termasuk pemanfaatan energi surya-- diakui Pur mampu meningkatkan hasil pertanian milik warga di desa itu hingga 30 persen. "Rata-rata di desa ini tanam bayam, jagung, cabai, terong, ubi, kangkung, macam-macam jenis hortikultura," jelasnya.

Manfaat lain teknologi energi surya dari Pertamina, listrik gratis di rumah-rumah warga

Energi Sinar Surya Pertamina, Hapus Kekeringan di Desa Pulau Semambu

Pemanfaatan energi surya tidak hanya memenuhi kebutuhan air di Desa Pulau Semambu. Setelah ada 16 papan panel surya sejak awal 2022, masyarakat di Dusun V juga merasakan listrik gratis. Pemakaian dengan token listrik saat ini menjadi alternatif dan penggunaan listrik utama dari energi panel surya yang diberikan Pertamina melalui kegiatan corporate social responsibility atau CSR.

"Berkat Pertamina, kami bisa mendapatkan air mudah, menerima tenaga listrik gratis sekaligus bantuan sumur bor dan pompa air antisipasi di waktu kemarau," timpalnya.

Lebih lanjut Pur menjelaskan, ada 6 dusun di Desa Pulau Semambu, termasuk Dusun V. "Kami di sini (Dusun V) sudah tidak lagi pakai token. Listrik kami sekarang gratis (sejak pakai energi surya)," kata Pur. 

Panel surya energi dari Pertamina ada sejak 2022 da bisa memenuhi kebutuhan lsitrik hingga kapasitas 6,54 KWh. Setelah ada panel surya itu, warga di dusun itu pun bisa menghemat belasan juta dalam setahun. 

"Listrik dari panel energi surya juga membantu tegangan di Kantor Desa. Kami bisa hemat listrik Rp13 juta setahun," kata dia. 

Energi Surya juga membantu mengurangi emisi karbon 8.502 kg CO2eq/tahun.

Infrastruktur pun kian memadai dan bisa dimanfaatkan semua lapisan masyarakat

Energi Sinar Surya Pertamina, Hapus Kekeringan di Desa Pulau Semambu

Warga lainnya, Untung bercerita bahwa dahulu, anak-anak sekolah harus membawa air bersih 1,5 liter dari rumah ke sekolah setiap hari selama musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan air saat mereka bersekolah.

Saat Program Pengolahan Air Berbasis Energi Surya ada, anak-anak sekolah pun tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mencari air bersih. "Kini, kebutuhan air terpenuhi karena pasokan air tersebar di seluruh desa dan mereka lebih fokus belajar karena infrastruktur memadai," ujarnya. 

Program air bersih berbasis energi Surya, kata Untung, memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Warga di Desa Pulau Semambu menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas program yang diberikan. Dia berharap, program tersebut berkelanjutan meningkatkan taraf hidup masyarakat lewat manfaat sumber daya terbarukan.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan dari Pertamina, program ini telah memberikan harapan baru bagi kami, masyarakat dan khususnya para petani di Desa Pulau Semambu. Kami tidak lagi khawatir akan gagal panen akibat kekeringan,” jelas dia.

Kolaborasi pemanfaatan energi surya untuk pertanian ramah lingkungan di Desa Pulau Semambu

Energi Sinar Surya Pertamina, Hapus Kekeringan di Desa Pulau Semambu

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan, kehadiran Integrated Terminal (IT) Palembang menunjukkan komitmen Pertamina untuk memfasilitasi petani dalam mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Berkat kolaborasi dengan pemerintah desa, masyarakat, dan stakeholder terkait, Pertamina berperan aktif mendorong praktik pertanian ramah lingkungan di Desa Pulau Semambu.

Hasil kolaborasi menghasilkan peningkatan kualitas tanah melalui penggunaan pupuk organik, berkurangnya ketergantungan pupuk kimia, dan efisiensi pengelolaan air. "Sekaligus peningkatan produktivitas dan pendapatan petani," kata Nikho.

Energi surya di Desa Pulau Semambu selaras nilai utama Sustainable Development Goals atau SDGs

Energi Sinar Surya Pertamina, Hapus Kekeringan di Desa Pulau Semambu (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Tjahyo Nikho menjelaskan, petani di Desa Pulau Semambu saat ini masih mengandalkan sumur bor sebagai sumber air utama dalam aktivitas pertanian mereka. Melalui panel surya teknologi battery lithium sebagai penyimpan energi, pihaknya berharap, warga mendapatkan manfaat karena ada teknologi itu bisa memproduksi 8.442 kWh/tahun.

"Ini menjadi gambaran bagaimana energi terbarukan dapat menggerakkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan efisien," jelasnya.

Pemanfaatan energi surya dari sisi perekonomian, program Desa Energi Berdikari secara nasional memberikan dampak bagi 3 ribu KK lebih dengan total multiplier effect sebesar manfaat Rp1,8 miliar per tahun.

Tak hanya memberikan manfaat ekonomi, CSR itu juga mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan sehingga mampu mengurangi emisi karbon di lingkungan.

Nikho menyampaikan, inisiatif energi surya selaras dengan beberapa nilai utama Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi Tanpa Kelaparan, Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

"Melalui kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan dapat mewujudkan masa depan lebih sejahtera, sekaligus memastikan keberlanjutan SDA," kata dia. 

Tjahyo Nikho juga berharap dari energi terbarukan sinar matahari tidak hanya sebatas penerangan, namun kebutuhan lebih besar seperti operasional pompa air untuk bercocok tanam.

Editorial Team